Lestarikan Budaya Banua, Fatayat NU Diajak Gaungkan Wisata Religi

Banjarmasin, DUTA TV — Para perempuan yang tergabung dalam organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) diajak ikut serta membantu pemerintah dalam melestarikan budaya banua.
Ajakan itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kalsel Syarifah Rugayah dalam sosialisasi perda nomor empat tahun 2017 tentang budaya banua dan kearifan local.
Srikandi dewan dari fraksi Golkar ini menyebut, Kalsel perlu mencontoh promosi wisata yang ada di Bali. Di daerah itu mereka tidak menjual wisata melainkan juga budaya. Sehingga sebagai organisasi yang berbasis Islam, Fatayat NU diharapkan ikut menggaungkan budaya yang ada di Kalsel seperti wisata religi.
Contohnya saja di daerah pemilihannya kabupaten Banjar, ia menyebut ada wisata religi makam Guru Sekumpul yang seyogyanya terus dipromosikan karena menjadi salah satu andalan banua meningkatkan jumlah wisatawan setiap tahunnya.
“Kita menginginkan sekua lapisan masyarakat itu mengerti akan budaya dan kearifan lokal karena kita takutnya kalau tidak disosialisaiskan terus akan punah. Harapannya mereka bisa ikut mensosialisasikan,”katanya.
“Kita melihat dubaya sangat penting apalagi di Kalsel banyak budaya tapi sekarang terlupakan. Dengan adanya perda ini kita berharap akan muncul lagi budaya kearifan lokal kita kan banyak di Kalsel. Banjarmasin masakannya ada, madihin juga, itu perlu kita lestarikan,”ujar Ketua Fatayat NU Kalsel, Hilyah Aulia.
Dalam sosper ini juga ditampilkan kesenian madihin binaan dari Dispora Kota Banjarmasin yang menjadi salah satu budaya banua dan perlu kembali diingatkan kepada seluruh kalangan agar tetap lestari. Selain itu juga dihadirkan Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dispora Kota Banjarmasin, Fatimah Adam sebagai narasumber.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti




