Lansia Terdampak Banjir Dapat Bantuan Sembako

Banjarmasin, Duta TV — Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial atau LKKS Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan sejumlah uang tunai kepada puluhan lansia di Kota Banjarmasin.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian terutama kepada lansia yang terdampak banjir. Selain mendapat bantuan, sebanyak 80 lansia yang berasal dari beberapa kelurahan yakni Pekauman, Pekapuran Raya, Basirih Selatan, Mawar, Murung Raya, dan Alalak Tengah juga diberikan motivasi dan hiburan menyambut Tahun 2026.
Ketua LKKS Kalimantan Selatan, Dewi Damayanti Said yang juga anggota DPRD Kalimantan Selatan mengatakan kegiatan ini merupakan program pertama LKKS tahun 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan lansia, sekaligus mempererat kemitraan dengan karang lansia di Banjarmasin.
Melalui kegiatan ini LKKS Kalimantan Selatan berharap para lansia dapat merasakan perhatian dan dukungan, serta terus termotivasi untuk menjalani hari tua dengan sehat, mandiri, dan penuh semangat.
“Di tahun baru 2026 ini yang pertama kami melaksanakan kegiatan yaitu berbagi untuk lansia-lansia di Kota Banjarmasin ini, lebih kurang ada perwakilan dari lima karang lansia yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu. Semuanya ini adalah mitra kami setiap kali kami ingin menyerap aspirasi lansia, nah di sini perwakilan-perwakilannya dari karang-karang lansia,” ujarnya.
Selain berbagi bantuan, Dewi juga berharap kegiatan ini dapat memberi semangat dan motivasi bagi para lansia.
“Pengurus ingin berbagi sembako dan juga sedikit uang karena ada juga yang terdampak banjir dari mereka, kasian ya. Jadi hari ini kita kasih hiburan di awal tahun, mudah-mudahan mereka bisa hidup sehat, bisa termotivasi dengan semangatlah untuk hidup lebih panjang lagi,”
LKKS Kalimantan Selatan merupakan lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan dilantik langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan.
Selain kegiatan sosial, LKKS juga memiliki program pemberdayaan lansia melalui pendidikan dan pelatihan.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





