Korban Aksi Koboy di Sebuah Warung Kopi Meninggal Dalam Perjalanan Menuju Rumah Sakit

Batulicin, DUTA TV — Polres Tanah Bumbu Polda Kalimantan Selatan sebut penembakan misterius sekitar Jam 03.30 WITA terhadap seorang warga di kawasan warung kopi dan biliar di Jl.Transmigrasi KM 7 Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Masih Misterius,Rabu 02/06/21

Kapolres Tanah Bumbu AKBP Himawan Sutanto Saragih,S.I.K melalui Kasubag Humas Polres Tanah Bumbu AKP H I Made Rasa membenarkan adanya Tindak pidana Kekerasan Penganiayaan yang berakibat hilangnya nyawa seorang.

Kejadian bermula saat pelaku hendak meminjam teko kepada penjaga warung atas nama Raudah namun di tolak oleh Raudah dikarenakan warung akan tutup dan raudah saat itu sudah di jemput suami untuk pulang bekerja,atas penolakan tersebut pelaku menyiramkan tuak kemuka Raudah membuat suami raudah Hendri Jaya marah dan terjadi pertengkaran, sehingga terjadilah penembakan yang mengakibatkan korban Hendri Jaya (24) mengalami luka tembak di Paha kanan dan perut kanan.

Melihat kejadian tersebut istri korban dibantu warga membawa suaminya yang mengalami luka tembak menuju polsek Simpang Empat untuk mendapatkan pertolongan dan selanjutnya pihak polsek simpang empat membawa korban yang terluka parah akibat luka tembak menuju rumah sakit dr Andi Abdurahman Noor, namun korban meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Korban Bernama Hendri Jaya (24) menurut informasi mengalami luka tembak dengan peluru senjata api dengan kaliber 5,56 MM di bagian paha kanan dan perut bagian kanan atas.

Saat ini pihaknya sudah melakukan olah TKP sedang menyelidiki kasus penembakan misterius tersebut serta meminta beberapa keterangan saksi mata di tempat kejadian tersebut.

Korban meninggal diperkirakan pada saat menuju rumah sakit kehabisan darah.

Nanti perkembangannya pasti akan kita khabari setelah beberapa bukti lengkap dan melakukan penangkapan kepada pelaku yang melakukan penembakan kepada korban.”jelasnya.

Sementara terpisah Warga sekitar Tempat Kejadian An Utuh mengatakan kepada awak media saat investigasi ke tempat kejadian perkara (TKP) bahwa pada saat kejadian saya terbangun dari tidur mendengar ada suara ribut-ribut seperti orang bertengkar, tidak lama terdengar suara letusan tembakan sebanyak 5 kali.

Utuh juga menjelaskan saat terdengar suara letusan mencoba membuka pintu untuk keluar dan melihat namun tidak berani mendekat, karena saya mengira ada penangkapan dari kepolisian.

Setelah korban tergeletak dan pelaku penembakan berteriak kepada kawannya “ayo kita kabur”. Setelah melakukan penembakan tersebut pelaku kabur menggunakan kendaraan bermotor roda dua.”tutupnya.

Tim liputan

Redaksi

Editor & Uploader

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *