Komisi II Monitoring Pengembangan Kelapa Genjah di Tanbu

Tanah Bumbu, DUTA TV — Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memonitor pengembangan kelapa genjah di Tanah Bumbu yang merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan daerah. Pengembangan komoditas itu ditarget mendukung peningkatan produksi pangan, serta memperkuat upaya percepatan swasembada di Kalimantan Selatan.
Dalam monitoring ini, Komisi II bersama jajaran Dinas Perkebunan membahas berbagai aspek pengembangan kelapa genjah, mulai dari strategi peningkatan produktivitas, tantangan teknis yang dihadapi petani, hingga langkah-langkah solusi yang dapat dilakukan. Pasalnya, pengembangan kelapa genjah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan sektor perkebunan dan perekonomian masyarakat.
Wakil Ketua Komisi II mengatakan pihaknya berkomitmen membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani serta mendorong keberhasilan program pengembangan kelapa genjah. Dengan monitoring ini, dewan berharap produktivitas kelapa genjah meningkat dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah, sekaligus menjadikan Tanah Bumbu sebagai salah satu kabupaten penyangga dalam pertumbuhan sektor perkebunan.
H. Suripno Sumas, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, berharap Tanah Bumbu bisa menjadi salah satu kabupaten penyangga dalam perkebunan kelapa genjah. “Kami berharap Tanbu menjadi salah satu kabupaten penyangga dalam perkebunan kelapa genjah. Tadi sudah dijelaskan oleh yang mewakili Kepala Dinas Perkebunan bahwa jauh sebelum program ini mereka juga sudah mengembangkan tetapi sifatnya hanya untuk membantu masyarakat dalam rangka pengembangan kelapa genjah melalui rumah ke rumah,” harapnya.
Saat ini pemerintah daerah sendiri telah menyiapkan 300 hektar lahan khusus di wilayah Satui sebagai lokasi pengembangan kelapa genjah, seiring dengan upaya mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih fokus pada komoditas bernilai ekonomi tinggi. Selain kelapa genjah, masyarakat juga mulai mengembangkan komoditas lain seperti kopi robusta dan tanaman pertanian lainnya.
Reporter: Tim Liputan





