Kisruh Penerima BST, Kadinsos : Tak Enak Tolak Warga

DUTA TV KOTABARU – Hampir 12.000 kepala keluarga di kabupaten Kotabaru mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) dari kementerian sosial terkait dampak Covid-19.
Menurut pelaksana tugas kepala Dinas Sosial kotabaru Nurviza, dalam rapat dengar pendapat dengan komisi I DPRD Kotabaru, 12.000 KK itu diterima secara bertahap dari Kemensos.
Pada tahap pertama, data yang diserahkan diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tanpa verifikasi, lantaran kemensos kini didesak oleh presiden agar program BST di luar Jabodetabek segera berjalan.
Selanjutnya pada tahap ketiga selain dari DTKS, ada pula data di luar DTKS. Sementara terkait penerima BST yang tanpa melalui pendataan desa, Nurviza beralasan pihaknya tak enak menolak, karena warga berbondong-bondong datang ke kantornya untuk mendaftar.
“Kita tidak tau dari mana warga tau ada pendaftaran untuk mendapat BST, kita mau menolak susah karena sehari bisa sampai 300 datang, itulah yang kita semuanya kita entry, baik dari desa maupun perorangan dating, dan kita upload di aplikasi, tapi yang menentukan mana yang dapat BST itu menteri,” terang Nurviza.
Sementara itu, komisi I DPRD Kotabaru mendesak Dinas Sosial melakukan perbaikan data penerima BST.
“Semalamkan dua hari harus selesai katanya, jadi berdesakan dibukanya, dan tidak disurvei, kesimpulannya dari desa menganggarkan untuk pendataan ulang dan verifikasi di desa masing-masing, di kawal sampai Dinas Sosial,” tambah Edriansyah, ketua komisi I DPRD Kotabaru.

Di Kotabaru sendiri penyaluran BST tahap pertama dilakukan pada pertengahan Mei lalu, dan BST diberikan selama tiga bulan yakni bulan April, Mei, dan Juni dengan besaran Rp600.000,- perbulan per keluarga.
Reporter : Nazat Fitriah





