Kisah Siti Maipah, Petinju yang Kehilangan Satu Kaki Akibat Kecelakaan, Bertekad Gabung NPCI

BANJARMASIN, Duta TV – Kisah inspiratif datang dari petinju asal Kalimantan Selatan, Siti Maipah. Usai mengalami kecelakaan hebat pada akhir 2024, wanita berusia 35 tahun ini harus kehilangan kaki kanan dan terpaksa mengubur impiannya di ring tinju.
Siti Maipah bukan sosok asing di dunia pertinjauan Kalsel. Prestasinya membanggakan, dengan raihan empat medali emas berturut-turut pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) — mulai dari Porprov 2010 di Kotabaru, 2014 di Kabupaten Banjar, 2018 di Tabalong, hingga 2022 di Hulu Sungai Selatan.
Namun, kecelakaan di jalan alternatif Banjarbaru–Batulicin pada akhir 2024 menjadi titik balik hidupnya. Ipeh—sapaan akrabnya—menghantam sebuah minibus hingga kaki kanannya mengalami luka parah dan harus diamputasi.
“Hampir setahun berlalu, kejadian itu masih membekas. Tapi saya tidak ingin berlama-lama terpuruk,” ujarnya. Setelah rehat sekitar enam bulan, Ipeh kembali beraktivitas dan melanjutkan perannya sebagai dosen di STKIP Paris Barantai, Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).
Semangatnya untuk tetap berkecimpung di dunia olahraga membawanya bergabung dengan para atlet di bawah naungan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Selatan. Meski belum menentukan cabang olahraga, Ipeh optimistis bisa kembali meraih prestasi.
“Dengan kondisi seperti ini, tidak ada tempat untuk berlatih tinju karena terkendala tumpuan. Alhamdulillah, masih tergerak untuk tetap di dunia olahraga. Tidak ada alasan bagi kita untuk mengurung diri,” tegasnya.
Bermodal kekuatan otot tangan yang terlatih selama menjadi petinju, Ipeh kini mulai melirik sejumlah nomor di cabang atletik. Ia berharap langkah barunya di NPCI dapat mengantarkannya kembali ke puncak prestasi, kali ini di arena olahraga difabel.
Reporter: Nina Megasari





