Kisah Siti Maipah, Petinju Yang Kehilangan Satu Kaki Akibat Kecelakaan

BANJARMASIN, DUTA TV – Siti Maipah bukan nama asing di dunia pertinjuan Kalimantan Selatan (Kalsel). Empat kali berturut-turut, ia meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2010 di Kotabaru, 2014 di Kabupaten Banjar, 2018 di Tabalong, dan 2022 di Hulu Sungai Selatan.

Namun, akhir 2024 menjadi titik balik hidupnya. Saat melintasi jalan alternatif Banjarbaru–Batulicin, Ipeh sapaan akrabnya menghantam sebuah minibus. Kecelakaan itu membuat kaki kanannya mengalami luka parah hingga harus diamputasi.

Hampir setahun berlalu, kenangan pahit itu masih membekas. Enam bulan pascakejadian, ia mulai kembali beraktivitas. Sebagai dosen di STKIP Paris Barantai Prodi PJKR, Ipeh berusaha menata hidup dan menciptakan “dunia baru” pascacedera.

Kehilangan satu kaki tak membuatnya berpangku tangan. Belakangan, ia bergabung dengan atlet di bawah naungan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Selatan. Meski belum menentukan cabang olahraga, Ipeh optimistis bisa kembali berprestasi.

“Dengan kondisi seperti ini, tidak ada tempat untuk berlatih tinju karena terkendala tumpuan. Alhamdulillah, masih tergerak untuk tetap di dunia olahraga. Tidak ada alasan bagi kita untuk mengurung diri,” ujar Siti Maipah, mantan petinju Kalsel.

Bermodal dasar sebagai petinju dengan kekuatan otot tangan yang mumpuni, Ipeh mulai melirik sejumlah nomor di cabang atletik. Bukan tak mungkin, langkah barunya di NPCI akan mengantarnya menjadi atlet yang lebih berprestasi.

Reporter: Nina Megasari

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *