Ketapel, dari Permainan hingga Jadi Olahraga Masyarakat

Banjarmasin, DUTA TV – Tapin dan Banjarmasin kembali menunjukkan dominasinya dalam olahraga tradisional ketapel pada Festival Olahraga Daerah (Forda) KORMI Kalimantan Selatan 2025. Kedua daerah tersebut mencatat prestasi membanggakan di tengah meningkatnya jumlah peserta tahun ini.
Berlokasi di Lapangan SKB Banjarmasin, lomba ketapel menjadi salah satu cabang yang menyita perhatian pengunjung. Dikenal sebagai permainan zaman dahulu, ketapel kini tampil sebagai olahraga masyarakat yang digemari dalam ajang Forda KORMI 2025 akhir pekan lalu.
Para peserta tampak serius dan penuh konsentrasi saat membidik sasaran. Setiap target memiliki nilai berbeda, dimulai dari angka enam untuk target terbesar, dan semakin tinggi nilainya seiring mengecilnya ukuran target, yakni tujuh, delapan, sembilan, hingga sepuluh.
“Untuk tahun ini kabupaten/kota yang ikut ada sembilan, mempertandingkan nomor beregu dan individu. Untuk tahun ini semua daerah bagus-bagus. Yang akan dikirim ke Fornas yaitu kategori beregu,”ujar Muhammad Syahruddin, Ketua Panitia Ketapel Forda 2025.
Dalam kategori perorangan, Ahmad Nahwan Arifin dari Tapin sukses menjadi juara pertama, mengungguli Gandi dari Hulu Sungai Tengah di posisi kedua, serta Bayu Rizki Wardana – rekan satu daerahnya – di peringkat ketiga.
Sementara itu, di kategori beregu, Tim Banjarmasin 2 berhasil mempertahankan gelar juara, disusul Tim Banjarmasin 1 di posisi kedua, dan Tim Hulu Sungai Tengah 1 di tempat ketiga.
Lomba ketapel Forda KORMI Kalsel 2025 ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga menjadi bukti bahwa olahraga tradisional seperti ketapel masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Reporter : Nina Megasari





