Kerajaan Nan Sarunai Penopang Ibukota Negara Baru

DUTA TV JAKARTA – Tabalong sebagai wilayah dengan penduduk heterogen, sangat berpeluang untuk dikembangkan sebagai daerah penyangga ibu kota Negara baru.
Tidak sekedar daerahnya yang berdekatan, namun Tabalong telah menjadi daerah yang tumbuh dan berkembang seiring dengan pembangunan yang dilakukan di ibu kota Negara baru.
Menurut Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani saat menjadi nominator Anugerah Kebudayaan PWI Pusat di Gedung Dewan Pers, Jakarta, hari ini, Kamis (09/01), filosofi Kerajaan Nan Sarunai yang maju sangat relevan dijadikan pijakan konsep presentasinya.
“Kerajaan nan Sarunai sudah ada sebelum kerjaaan Banjar. Nan Sarunai itu dulu wilayahnya meliputi Kalimantan yang sangat maju sebelum adanya kerajaan Banjar. Konsep kolaborasi tadilah, bagaimana memberdayakan daerah tetangga kita pakai untuk pengembangan ke depan,â€terang Anang Syakhfiani.
Anang Syakhfiani juga mengangkat batik Tabalong sebagai identitas daerah, di samping identitas – identitas lain yang saat ini tengah digali. Dijelaskannya lebih lanjut, hal itu perlu dilakukan untuk menyatukan keheterogenan masyarakat sebagai warga Tabalong, sehingga tidak lagi merasa sebagai pendatang dari suku tertentu.
Sebagaimana diinformasikan 2 Kepala Daerah di Kalimantan Selatan yaitu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani hari ini melakukan presentasi  di Kantor PWI Pusat di Jakarta sebagai nominator penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2020.
Tim Liputan






