Kenapa ya, Kebanyakan Tidur Malah Pusing ?

Jakarta, DUTA TV — Tidur terlalu lama justru bisa bikin kita bangun dengan kepala pusing. Ini terjadi karena beberapa proses alami dalam tubuh kita saat istirahat panjang.
Mengutip dari Sleep Medicine Journal (2023), 68 persen orang yang tidur lebih dari 9 jam cenderung mengalami sakit kepala saat bangun. Setelah tidur panjang, tubuh memerlukan waktu sekitar 10-15 menit untuk menyesuaikan sistem kardiovaskularnya.
Selama masa transisi ini, tekanan darah dan sirkulasi darah secara bertahap menyesuaikan diri dari posisi berbaring ke berdiri. Jika seseorang langsung bangun dengan cepat, proses adaptasi ini terpotong sehingga memicu gejala pusing dan kepala berputar.
Saat tidur, tubuh tetap membakar kalori sekitar 40-60 per jam. Energi ini berubah jadi karbon dioksida dan uap air yang kita keluarkan lewat napas.
Semakin lama tidur, semakin banyak cairan tubuh yang hilang tanpa sempat diganti karena kita tidak minum. Tidur lebih dari 9 jam bisa membuat tubuh kekurangan 500-800 ml cairan.
Darah menjadi lebih kental dan tekanannya turun. Saat bangun tiba-tiba, jantung harus kerja ekstra untuk mengalirkan darah ke otak melawan gravitasi.
Inilah yang membuat kepala terasa berputar dan badan lemas. Masalahnya bertambah karena gula darah juga turun.
Selama tidur panjang, otak tetap butuh glukosa, namun kita tidak makan. Cadangan gula di hati pun berkurang.
Kombinasi kurang cairan, tekanan darah rendah, dan gula darah drop inilah penyebab utama pusing setelah oversleeping.
Beberapa orang lebih berisiko mengalami pusing setelah tidur lama. Khususnya mereka yang memiliki kebiasaan minum kopi sebelum tidur, riwayat tekanan darah rendah atau anemia, mengonsumsi obat diuretik, atau tidur di ruangan dengan suhu tinggi.
Faktor-faktor tersebut dapat memperparah dehidrasi dan penurunan tekanan darah yang terjadi selama tidur berkepanjangan.(lip6)





