Kemarau, Ribuan Ikan Keramba di Sungai Riam Kanan Mati

Karang Intan, Duta TV — Beginilah kondisi ikan jenis nila yang mati dan mengapung di dalam keramba di Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kamis pagi.
Diduga kematian ikan dipicu kurangnya pasokan oksigen dalam air Sungai Riam Kanan yang berada di bawah standar baku yang dibutuhkan.
Kondisi gangguan terhadap budidaya ikan air tawar di Sungai Riam Kanan, khususnya di Desa Sungai Arpat, Mali-Mali, dan Pandak Daun, Kecamatan Karang Intan, diduga terdampak musim kemarau, di mana kadar oksigen dalam air berdasarkan hasil penelitian Dinas Perikanan Kabupaten Banjar hanya 1 miligram per liter, sedangkan standarnya sekitar 5 miligram per liter.
Selain rendahnya kandungan oksigen, kematian massal ikan jenis nila, bawal, dan ikan mas juga didukung dengan kebiasaan menabur benih ikan hingga usia panen dalam jumlah overkapasitas, yakni 15 ribu hingga 20 ribu ekor per keramba.
Menurut Sekdes Mali-Mali, Fazrianur, kematian ikan budidaya keramba sudah terjadi sejak hari Selasa. Ia mengimbau kepada pemilik keramba untuk mengurangi populasi ikan.
“Ikan mati karena air surut dan cuaca kemarau.”ucap Fazrianur – Sekdes Mali-Mali.
“Kita sudah melakukan sosialisasi pengurangan tabur benih ikan.”kata Bandi – Kabid Perikanan.
Berdasarkan data, kematian ikan juga berdampak pada indukan ikan mas. Untuk itu, baik Dinas Perikanan maupun aparat desa juga mengimbau agar populasi ikan segera dibagi ke keramba yang kosong. Selain itu, petani ikan juga sudah menggeser keramba ke tengah sungai agar mendapatkan arus air.
Reporter : Tarida Sitompul





