Jemaah Haul Guru Zuhdi Diperkirakan Tembus 1.200.000 Orang

Banjarmasin, Duta TV – Jemaah Haul ke-6 Guru Zuhdi diperkirakan mencapai satu koma dua juta orang. Hal ini disampaikan oleh Kabag Ops Polresta Banjarmasin, Kompol Supriyanto, usai kegiatan haul tersebut. Data tersebut berasal dari signal telepon genggam saat pelaksanaan haul.
Tak hanya dari Banjarmasin, para jemaah yang hadir berasal dari hampir seluruh kabupaten kota di Kalsel. Sejumlah jemaah juga ada yang berasal dari luar Kalimantan Selatan, seperti provinsi tetangga dan juga ada yang berasal dari luar Pulau Kalimantan.
Menurut Kabag Ops Polresta Banjarmasin, Kompol Supriyanto, tak hanya di kawasan Jalan Sulawesi atau sekitaran Mesjid Jami, jemaah haul juga terpantau di beberapa kawasan, seperti di Sultan Adam, Kayu Tangi, bahkan hingga di Bundaran Mesjid Sabilal Muhtadin.
Pelaksanaan Haul ke enam Guru Zuhdi berlangsung hikmat dan hingga selesainya kegiatan berlangsung aman dan lancar. Pihak panitia juga sudah menempatkan relawan di sejumlah titik untuk memberikan informasi kepada jemaah haul yang datang maupun pulang.
“Kami laporkan jumlah yg hadir 1.200 orang, dari lokal dari luar Banjarmasin dan luar provinsi, berjalan lancar aman dan terkendali. Peran serta masyarakat juga. Kita pantau dari Mesjid Jami Sultan Adam, Kayu Tangi dan Bundaran Sabilal Muhtadin. Kita bagi per zona untuk ibadah dan parkir,” terang Kompol Supriyanto.
K.H. Ahmad Zuhdiannoor atau dikenal dengan nama Abah Haji atau Guru Zuhdi merupakan pemuka agama sekaligus tokoh masyarakat yang dikenal sebagai ulama besar berpengaruh dan kharismatik di Kalimantan Selatan.
Beliau pernah mengajar di Pondok Pesantren Al-Falah selama sekitar dua tahun dan banyak mengisi majelis taklim dan membuka pengajian di Masjid Jami Banjarmasin, pengajian di rumahnya, pengajian di Langgar Darul Iman, pengajian di Masjid Ar-Raudhah di kawasan Sungai Andai, pengajian di Kota Citra Grha Banjarbaru, dan pengajian di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
Guru Zuhdi sering mengajarkan tauhid dan tasawuf serta menekankan betapa pentingnya membersihkan hati. Ia juga konsisten di jalur dakwah serta tidak ikut dalam dunia politik. Beliau meninggal dunia pada 2 Mei 2020 atau 9 Ramadhan dalam usia 48 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Almarhum didiagnosis mengalami kanker kelenjar getah bening.
Salah satu ajaran yang kerap beliau gaungkan untuk jemaah adalah ajakan untuk menjadi pribadi yang tawadhu atau rendah hati.
Reporter : Zein Pahlevi





