Jemaah Haul Guru Zuhdi Dihimbau Jaga Kebersihan dan Keamanan

Banjarmasin, DUTA TV — Haul ke-6 KH Zuhdiannoor atau yang akrab disapa Abah Haji atau Guru Zuhdi akan dilaksanakan pada malam ini.
Pelaksanaan haul ke-6 Guru Zuhdi diprediksi akan dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan maupun luar daerah.
Terkait jumlah jemaah yang terus meningkat, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, memberikan beberapa imbauan untuk para jemaah yang akan hadir dalam peringatan ini.
Wagub mengajak masyarakat agar hadir dengan niat ibadah dan doa, serta menjaga sikap selama pelaksanaan haul, baik dalam menjaga keamanan maupun kebersihan.
Haul bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang dan mendoakan ulama kharismatik Banua, Abah Haji atau Guru Zuhdi, tetapi juga ajang mempererat persatuan dan kebersamaan umat.
“Tentunya kita semua mencintai Abah Haji. Pada haul ini kita ingin berdoa bersama-sama, mengenang petuah-petuah beliau yang selalu mengajarkan kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan. Selain menjaga diri masing-masing, kami juga mengimbau agar jemaah dapat saling gotong royong, bantu-membantu satu sama lain. Saya yakin Abah Haji selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan umat,” ujar Hasnuryadi Sulaiman.
K.H. Ahmad Zuhdiannoor atau dikenal dengan nama Abah Haji atau Guru Zuhdi merupakan pemuka agama sekaligus tokoh masyarakat yang dikenal sebagai ulama besar, berpengaruh dan kharismatik di Kalimantan Selatan.
Beliau pernah mengajar di Pondok Pesantren Al-Falah selama sekitar dua tahun dan banyak mengisi majelis taklim, membuka pengajian di Masjid Jami Banjarmasin, pengajian di rumahnya, pengajian di Langgar Darul Iman, pengajian di Masjid Ar-Raudhah di kawasan Sungai Andai, pengajian di Kota Citra Graha Banjarbaru, serta pengajian di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
Guru Zuhdi sering mengajarkan tauhid dan tasawuf, serta menekankan pentingnya membersihkan hati. Ia juga konsisten di jalur dakwah dan tidak terlibat dalam dunia politik.
Beliau meninggal dunia pada 2 Mei 2020 atau 9 Ramadan dalam usia 48 tahun, setelah dirawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Almarhum didiagnosis mengalami kanker kelenjar getah bening.
Reporter : Ade Yanuar





