Ipau Banjar Jalan Sulawesi Jadi Buruan Warga Setahun Sekali

Banjarmasin, Duta TV — Ramadhan identik dengan beragam kuliner kue basah nan manis dan gurih sebagai hidangan berbuka, tak terkecuali ipau.
Ya, makanan buatan warga Banjar keturunan Timur Tengah ini umumnya hanya muncul setahun sekali, dan di Banjarmasin, bisa kita jumpai di kawasan Jalan Sulawesi.
Lantaran jarang dijumpai di hari biasa, sajian tradisional berbahan santan berlapis sayur ini pun lantas menjadi buruan warga setiap bulan puasa. Ada yang berukuran besar dengan banyak lapisan, adapula yang dijual berbentuk gulung dengan siraman santan nan lembut.
Beberapa penjual ipau mengaku kawasan Sulawesi ini memang menjadi sentra penjualan ipau Banjar, selain juga tersebar di beberapa pasar wadai. Pasalnya, pembuat ipau Banjar ini adalah warga keturunan Arab yang rata-rata berdomisili di kawasan Antasan Kecil Barat atau yang dikenal Kampung Arab.
Rata-rata pedagang mengaku sudah berjualan sejak sepuluh tahun silam. Sajian ipau di kawasan ini menjadi buruan lantaran ada rempah khas Timur Tengah yang menjadi bahan utama dan menjadi ciri khas ipau di tempat lain.
“Dari 2014 sampai sekarang, tiap tahun ini kaka sepupu yang bikin, ulun khusus jaga cabang disini karena sepupu cabangnya banyak. Disini menang pasarnya pasar ipau kalau setiap tahun banyak dah masing-masing bikin. Kelebihannya mungkin rasa lumernya beda kalau misalkan bukan bikinan orang Arab beda karena asal mula ipau orang sini yang menciptakan. Sehari bisa habis 300 box, jualannya Ramadhan aja kalau gak Ramadhan paling seminggu sekali tapi kalau Ramadhan pasti jualan dan pasti habis insyaAllah,” jelas Ifa Alkatiri, pedagang ipau.
“Nukar wadai ipau karena satu tahun sekali ada dan jarang dan enak. Saya dari Sungai Jingah beli disini karena disini pusatnya dan kampungnya tiap tahun jadi langganan,” kata Muhammad salah seorang pembeli wadai ipau.
Bagi Anda yang ingin merasakan nikmatnya ipau Banjar olahan warga Arab, bisa langsung menyasar kawasan ini. Harga ipau yang dijual pun bervariasi mulai dari lima ribuan untuk ipau satuan hingga dua puluh ribu per box.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





