Ikhwal Lion Air Dilarang Terbangkan Boeing 737 MAX 9

Jakarta, DUTA TV Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan Lion Air untuk menghentikan sementara pengoperasian pesawat jenis 737 MAX 9. Maskapai penerbangan Lion Air akan beroperasi dengan armada lain.

Keputusan Kemenhub itu diambil setelah terjadi insiden copot panel saluran bahan bakar yang lepas saat Alaska Airlines mengangkasa dari Bandara Portland menuju Bandara Ontario di California pada 5 Januari 2024. Bagian panel yang mirip jendela itu pun bolong sehingga pesawat putar balik dan mendarat darurat di Bandara Portland.

Pesawat itu berjenis Boeing 737 MAX 9. Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menerbitkan larangan terbang Boeing 737 MAX 9 pada Sabtu (6/1/2023) dan melakukan pemeriksaan secara tuntas. Perintah itu berlaku bagi 171 pesawat 737 MAX 9.

Di Tanah Air, Lion Air mengoperasikan Boeing 737 MAX 9. Lion Air memiliki tiga pesawat terbaru milik Boeing itu.

“Berdasarkan review dan evaluasi oleh Ditjen Perhubungan Udara dan koordinasi dengan Lion Air diputuskan untuk memberhentikan pengoperasian sementara (temporary grounded) pesawat Boeing 737-9 Max sejak tanggal 6 Januari 2024 sampai perkembangan lebih lanjut,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, M Kristi Endah Murni, dalam keterangan resmi, dan dikutip Selasa (9/1/2024).

Kristi mengatakan Kemenhub telah berkoordinasi dengan Federal Aviation Administration (FAA) AS Regional Asia Pacific, Boeing, dan Lion Air sebagai maskapai nasional yang menggunakan jenis pesawat Boeing 737-9 MAX.

Lion Air menanggapi instruksi itu. Lion Air membenarkan menggunakan tiga unit Boeing 737-9 MAX tetapi dengan jenis berbeda.

“Selama proses inspeksi berlangsung, Lion Air telah mengatur atau mengelola operasional penerbangan menggunakan armada lainnya, sehingga operasional dapat berjalan lancar,” kata Corporate Communications Strategic PT Lion Air dalam pesan kepada detikTravel, Senin (8/1) malam.

Danang menambahkan Lion Air mengoperasikan Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 330-300CEO dan Airbus 330-900NEO untuk menggantikan Boeing 737 MAX 9.

Sementara insiden Alaska Airlines itu menjadi insiden ketiga yang dialami 737 MAX. Dua kecelakaan lain pesawat serupa dioperasikan Lion Air dan Ethiopian Airlines, yakni pada 2018 dan 2019. Semua orang dalam pesawat tersebut meninggal dunia.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *