H 6 PSBB Masyarakat Tetap Keluyuran

DUTA TV BANJARBARU – Relawan dan babinsa di desa Cindai Alus berjibaku selama 24 jam untuk melaksanakan PSBB dalam membatasi ruang gerak masyarakat, terutama para pendatang agar tidak memasuki wilayah yang memiliki akses antara kota Martapura ke Banjarbaru dan ke Sungai Tabuk.

Pemeriksaan secara detil dilakukan relawan dengan target memutus mata rantai Covid-19 di salah satu desa di kota Martapura itu dengan menolak masyarakat dari luar daerah yang tidak dilengkapi surat perjalanan.

Namun realita yang dihadapi, mobilitas untuk beraktivitas di luar rumah di wilayah itu sangat tinggi dari pagi hingga malam hari.

Menurut pembakal desa Cindai Alus Sahmija, pihaknya bersama relawan dan aparat TNI Polri bertekad memutus mata rantai wabah Covid 19 di desa dengan membuka posko PSBB. “Kita ingin memutus mata rantai Covid-19 dengan posko 24 jam,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa desa Cindai Alus Serda M. Arpiyadi menilai kesadaran masyarakat untuk berdiam di rumah selama masa PSBB masih rendah dan masih beraktivitas di luar rumah seperti biasa. “Hingga H 5 kemarin aktivitas masyarakat masih tinggi, tolong yang tidak ada kepentingan dan sebagainya agar tetap di rumah saja,” pesannya.

Kondisi sama pun terpantau di salah satu titik posko jalur tikus lainnya di masjid Bani Al Ahdal jalan batas kota, kendati sudah malam masyarakat masih keluyuran dan diantaranya tidak mengenakan masker.

Reporter: Tarida Sitompul

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *