GERD Aman, Puasa Nyaman

Banjarmasin, Duta TVBulan suci Ramadan menjadi momen yang dinantikan umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa.

Namun bagi penderita penyakit lambung seperti Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD, puasa sering menimbulkan kekhawatiran karena dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung.

Meski demikian, penderita GERD tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman selama memperhatikan pola makan dan kebiasaan yang tepat.

Dokter menyarankan beberapa langkah penting agar kondisi lambung tetap terjaga selama berpuasa.

Spesialis gizi klinik, Dina Aulia Insani, menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penderita maag maupun GERD saat menjalankan puasa.

Pertama, penderita GERD wajib tidak melewatkan sahur dan berbuka puasa. Sahur menjadi penting karena berfungsi sebagai sumber energi selama beraktivitas seharian serta membantu menjaga kondisi lambung tetap stabil.

Saat sahur, pemilihan menu juga harus diperhatikan. Dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan protein seperti sayuran, buah-buahan, telur, ikan, atau sumber protein lainnya. Kombinasi nutrisi tersebut membantu menjaga rasa kenyang lebih lama sekaligus mengurangi risiko peningkatan asam lambung.

Selain itu, saat waktu berbuka tiba, penderita GERD disarankan segera berbuka dan tidak menundanya. Menunda berbuka dapat membuat lambung kosong terlalu lama sehingga memicu peningkatan produksi asam lambung.

Setelah berbuka, cara makan juga perlu diperhatikan. Penderita GERD dianjurkan makan secara perlahan serta mengonsumsi makanan dengan porsi kecil namun lebih sering. Cara ini dapat membantu kerja lambung tetap stabil dan mencegah rasa penuh berlebihan.

Selama Ramadan, penderita GERD juga sebaiknya menghindari makanan yang dapat memicu asam lambung seperti makanan yang terlalu asam, pedas, maupun gorengan dengan minyak berlebih.

Jenis makanan tersebut diketahui dapat memperburuk iritasi lambung dan meningkatkan risiko kambuhnya gejala GERD.

Tidak hanya makanan, jenis minuman juga perlu diperhatikan. Minuman berkarbonasi, berkafein, dan yang bersifat asam sebaiknya dihindari karena dapat memicu naiknya asam lambung.

Selain pola makan, kebiasaan setelah makan juga berperan penting. Penderita GERD tidak dianjurkan langsung tidur setelah makan berat. Disarankan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum berbaring agar proses pencernaan berjalan lebih optimal.

Apabila ingin beristirahat atau tidur, posisi kepala sebaiknya dibuat lebih tinggi dari tubuh. Posisi ini membantu mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan yang dapat menimbulkan rasa panas di dada atau perut.

Dr. Dina Aulia Insani, memberikan sejumlah tips bagi penderita maag atau GERD agar tetap aman menjalankan ibadah puasa.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan penderita maag atau GERD saat berpuasa, wajib berbuka dan bersahur. Saat sahur perhatikan menunya harus mengandung serat dan protein. Pastikan berbuka secara langsung jangan ditunda. Makanlah secara perlahan, makan dengan porsi sedikit namun sering.”

Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari makanan dan kebiasaan yang dapat memicu kambuhnya asam lambung.

Hindari mengonsumsi makanan yang asam, pedas, dan gorengan dengan minyak berlebih, serta hindari mengonsumsi minuman yang berkarbonasi, berkafein, dan asam. Jangan langsung tidur setelah makan berat, beri jeda dua hingga tiga jam, pastikan kepala lebih tinggi,” tambahnya.

Dengan menerapkan pola makan yang tepat, memilih jenis makanan yang sehat, serta menjaga kebiasaan setelah makan, penderita GERD tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman dan aman selama Ramadan.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *