FIFA Hukum Malaysia, Indonesia Bantah Cawe – cawe

Jakarta, DUTA TV — FIFA menjatuhkan hukuman denda kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Tujuh pemain naturalisasi skuad Harimau Malaya dilarang bertanding karena permasalahan dokumen saat skuad Negeri Jiran menghadapi Vietnam pada kualifikasi Piala Asia 2027.
Sesaat setelah FIFA merilis sanksi pada Jumat (26/9) ada tudingan-tudingan dari beberapa pihak di Malaysia yang menyebut Indonesia ikut mengintervensi badan sepak bola dunia tersebut.
Tuduhan tersebut dibantah Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang gamblang menjelaskan Indonesia tidak ikut campur.
“Tapi kami tidak intervensi, tidak ikut campur isu-isu negara lain,” ucap Erick di Gedung DPR, Senin (29/9).
Erick menyatakan dukungan kepada negara-negara di Asia Tenggara yang ingin meningkatkan level kualitas olahraga di negara masing-masing.
“Lalu kami sendiri dari Kemenpora atau saya pribadi, kita tentu harus menghargai semua negara di Asia Tenggara ketika ingin olahraganya maju. Kita harus hargai,” jelasnya
Erick juga melanjutkan keinginan mendorong olahraga-olahraga Indonesia untuk berprestasi di level dunia tanpa mengintervensi isu negara lain.
Diinformasikan, FIFA resmi menjatuhkan hukuman untuk FAM dan 7 pemain naturalisasi timnas Malaysia.
Dalam pernyataan resmi, FIFA menyebut bahwa FAM melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) tentang pemalsuan dokumen.
Badan sepak bola dunia itu menjatuhkan hukuman denda 350 ribu CHF (setara Rp7,3 miliar) untuk FAM dan masing-masing pemain 2.000 CHF (setara Rp41,8 juta).
Selain itu FIFA juga menjatuhi sanksi larangan bermain selama 1 tahun kepada ketujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia yang dokumennya bermasalah tersebut.
Tujuh pemain yang dimaksud adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, Imanol Machuca, Gabriel Palmero, Facundo Garces, dan Rodrigo Holgado.(cnni)





