Fenomena “Perang Sarung” Resahkan Warga Banjarmasin

Banjarmasin, Duta TV — Fenomena yang dikenal sebagai perang sarung atau perang tapih belakangan marak terjadi di sejumlah wilayah di Banjarmasin.
Aksi itu umumnya dilakukan oleh kalangan remaja dengan menggunakan sarung yang diputar dan dipukulkan ke arah lawan.
Namun yang menjadi perhatian, sarung yang digunakan tidak lagi kosong. Sejumlah remaja memasukkan benda keras seperti batu hingga besi ke dalam sarung sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan Suripno Sumas mengatakan, fenomena ini merupakan modus baru yang berkembang di kalangan remaja.
Kondisi ini disampaikan Suripno saat mensosialisasikan Pancasila dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat.
Dalam sosialisasi ini, Suripno menghadirkan Bhabinkamtibmas Antasan Besar Polsek Banjarmasin Tengah untuk memberikan edukasi kepada warga.
Pasalnya, fenomena ini harus mendapat perhatian serius karena membahayakan.
H. Suripno Sumas menyoroti fenomena baru yang berkembang di kalangan remaja di Kota Banjarmasin.
“Perang tapih atau perang sarung, nah ini modus yang baru berkembang di Kota Banjarmasin di mana anak-anak muda generasi muda yang remaja itu dengan membawa sarung tapih mereka. Jadi mereka bawa sarung, tapi dalam sarung itu dimasuki benda-benda keras mungkin batu atau besi yang cukup berat dan itu dijadikan alat atau senjata untuk saling berperang,” jelasnya.
Ia menilai aksi tersebut berpotensi mengganggu keamanan dan perlu segera ditangani.
“Jadi saling menyerang dengan sarung tadi itu dipukulkan ke seseorang, secara fisik itu sangat mengganggu walaupun sebenarnya tidak mungkin sampai kepada tingkat kecelakaan atau tingkat luka dan sebagainya, tapi itu hal yang perlu juga diatasi,” tambahnya.
Selain membahas fenomena perang sarung, aparat kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pasalnya menjelang Lebaran terjadi peningkatan aksi kriminalitas seperti pencurian rumah kosong. Karena itu, warga diminta memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan.
Kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan tausiyah Ramadhan yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan bulan suci dengan kegiatan positif.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





