DP3AKB Kalsel Gelar Dialog Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak

Banjarbaru, DUTA TV — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar temu koordinasi atau dialog bersama sejumlah pihak terkait membahas kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
Dialog kali ini dihadiri oleh Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, Ibnu Sina, yang memaparkan pentingnya sinergitas semua pihak dalam melakukan pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
Ibnu Sina menyampaikan bahwa tingginya angka kekerasan di daerah perkotaan tidak terlepas dari faktor demografis dan ekonomi. Wilayah perkotaan relatif memiliki penduduk lebih padat serta kesenjangan ekonomi antara kalangan masyarakat kaya dan warga miskin. Di sisi lain, Ibnu Sina mengapresiasi kerja Unit Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) yang semakin membuka ruang bagi masyarakat untuk berani melapor. Menurutnya, peningkatan keberanian masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan perlu terus ditingkatkan, termasuk dengan menjangkau berbagai komunitas seperti majelis taklim, ruang publik, dan informasi melalui media.
“Kekerasan anak dan perempuan di Kalsel menjadi perhatian kita, sehingga harus ada kolaborasi semua pihak, termasuk juga kampanye yang masif supaya ada kesadaran bersama, baik di media sosial, media mainstream, dan mobil-mobil keliling. Karena faktor ekonomi mungkin kebanyakan kasusnya, ketergantungan secara ekonomi membuat korban tidak berani melapor walaupun terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Kepedulian masyarakat itu penting, misal di perempatan jalan ketika orang lagi di lampu merah, penting juga diinfokan bukan soal peluang lintas, tapi juga bagaimana kalau terjadi kekerasan, lapor ke mana. Stop kekerasan terhadap anak dan perempuan.” ungkapnya.
“Melalui prinsip sinergi yang ikhlas, transparan, tidak saling menyalahkan, dan mau berbagi, kita berharap temu koordinasi ini dapat memberikan manfaat nyata demi kesejahteraan perempuan dan anak di Kalimantan Selatan.” ujar Khusnul Khatimah, Kepala BP3AKB Kalsel.
Sementara itu, demi menjaga harmonisasi lingkungan dan keluarga, diharapkan masyarakat dapat menciptakan komunikasi yang baik antar sesama warga dan dalam lingkungan keluarga. Sebab, jika komunikasi kurang baik, hal itu dapat menimbulkan potensi perselisihan ataupun terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
Reporter: Suhardadi





