Dispersip ‘Curhat’ Dana Ke DPRD Kalsel

Banjarmasin, DUTA TV — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah atau Dispersip Kalsel, curhat ke Komisi IV DPRD Kalsel, terkait kekurangan dana untuk melengkapi fasilitas gedung disabilitas dan kelanjutan pembangunan depo arsip, saat rapat RAPBD 2023.
Kekurangan dana itu, mencapai 26 milyar rupiah. Kadispersip Kalsel mengakui, kendati pembangunan gedung disabilitas di tahun 2022 mendapat bantuan dari DAK. Namun, untuk fasilitas di dalamnya masih kekurangan dana berkisar 500 juta rupiah. Sementara untuk depo arsip, mencapai 25 milyar rupiah. Sisanya, untuk biaya kunjungan tamu perpustakaan.
Kendati demikian, Kadispersip Kalsel mengaku lega karena keluhan tersebut sudah terakomodir. Hanya saja, Dispersip masih harus kembali menambah item di dalam kekurangan dana itu, untuk memfasilitasi penyusunan raperda perpustakaan inisiatif dari DPRD Kalsel.
Sementara ketua Komisi IV DPRD Kalsel, memastikan siap mendorong dalam hal anggaran untuk penyusunan Raperda itu.
“Untuk Sarpras Gedung disabilitas kita kan sudah pembangunan gedung dari dak sekitar 5 M tapi untuk perabot kan dapat juga tapi itu sangat tidak cukup untuk segera beroperasi tadi kita usulkan ada beberapa. Juga untuk depo arsip kan belum selesai,” kata Hj Nurliani, Kadispersip Kalsel.
“Untuk pengembangan budaya literasi Kalsel termasuk daerah yang belum memiliki perda perpustakaan karena melihat pentingnya budaya literasi ini kami memasukkan dalam propemperda tentang penyelenggaraan perpustakaan karena kita tahu literasi tak hanya sekedar kemampuan membaca saja, maka dari itu kita perlu payung hukum,” ucap HM Lutfi Saifuddin, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel.
Percepatan perampungan gedung disabilitas sendiri, saat ini terus dikebut karena menjadi bagian dari rencana aksi daerah terkait pemenuhan disabilitas. Sementara, perda penyelenggaraan perpustakaan disusun seiring dengan harapan perpustakaan dapat menjadi pusat pengembangan karena semakin membaiknya perpustakaan, secara langsung juga akan membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalsel.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti





