Disdik Data Ratusan Sekolah SD di Banjarmasin Terdampak Banjir

Banjarmasin, DUTA TV — Beberapa sekolah dasar di Banjarmasin sempat terendam banjir beberapa waktu lalu. Bahkan hingga saat ini masih ada sekolah yang terendam akibat banjir rob dan juga banjir kiriman.
Dinas pendidikan banjarmasin mendata, ada 113 sekolah dasar yang terdampak banjir, sebagian besar air hanya menggenang saat air pasang, dan beberapa diantaranya ada yang bertahan hingga berhari-hari bahkan hingga sebulan lebih. Hal itu karena posisi sekolah yang berada di pinggir sungai, atau berdekatan dengan sungai besar.
Terendamnya sekolah itu membuat fasilitas dan juga bangunan di beberapa sekolah mengalami kerusakan.
Dinas pendidikan juga masih melakukan pendataan kerusakan tersebut dan rencananya akan melakukan perbaikan. Sedangkan usulan dari pihak sekolah yang ingin halaman sekolahnya ditinggikan, namun mereka masih melihat perencanaan dan elevasinya.
Kadisdik Banjarmasin, Ryan Utama, saat ini juga mendukung program Pemko terkait revitalisasi dan normalisasi sungai. Pasalnya, jika kondisi banjir tersebut terus berulang, bukan tidak mungkin akan menimbulkan kerusakan kembali, baik pada fasilitas dan juga bangunan sekolah.
“untuk SD yang terdampak banjir rob, atau pasang tinggi di Banjarmasin ada 113 sekolah 2 hari ini kami sdh intens membedah, bersama dengan bidang drainase dan sungai dari PUPR. Kalau kita lihat sekolahnya berada di pinggir sungai dan didekat sungai, yang rata-rata sungainya juga menyempit. Memang ada minta perbaikan dan peninggian, namun kita harus liat perencanaan dan elevasinya. Opsi pertama memang harus revitalisasi sungai dan juga normalisasi sungai. Kita juga minta melihat lagi apa sumbatannya, masih ada yg terendam sebagian besar masih bisa sekolah dan sebagian masih terendam dan melakukan pjj” tutur Ryan Utama.
Hingga saat ini masih ada beberapa sekolah yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau pjj karena kondisi sekolah mereka masih terendam banjir. Selain itu, posisi sekolah yang berada di pinggir sungai yang besar juga menjadi salah satu alasan pihak sekolah meminta siswa siswi mereka belajar dari rumah.
Reporter : Zein pahlevi





