Disdag Kalsel Minta Masyarakat Konsumsi Beras Luar Daerah

Banjarmasin, DUTA TV — Melonjaknya harga beras lokal dua bulan terakhir disebut sebut dipicu kegagalan panen tiga tahun terakhir akibat tungro.
Hal ini tak ditampik Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, Birhasani. Tingginya harga beras banjar saat ini membuat pemerintah berharap masyarakat bisa merubah kebiasaan dari konsumsi beras lokal menjadi beras luar daerah.
Padahal pasokan beras banjar sendiri dikatakan cukup melimpah hanya saja stoknya tidak cukup meredam kenaikan harga.
“Di Kalsel ini beras banyak, tapi tiga tahun terakhit gagal panen akibat tungro,” kata Kadisdag kalsel
Saat ini untuk beras banjar jenis unus masih bertahan diharga Rp22.000,- per liternya
sebelumya data pusat statistik kenaikan harga beras menjadi penyumbang inflasi pada Desember lalu. Sedangkan dari 79 kota yang mengalami kenaikan, Banjarmasin menjadi yang tertinggi mengalami kenaikan yakni 14,64%.
Reporter : Nina Megasari





