Disbudpor: Bonus Atlet Berprestasi di Porprov Tala Berkurang karena Efisiensi Anggaran

Banjarmasin, Duta TV — Bonus atlet asal Banjarmasin yang berprestasi pada Pekan Olahraga Provinsi Kalsel atau Porprov di Tanah Laut belum lama tadi berkurang dari tahun sebelumnya.
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Banjarmasin mengakui pengurangan tersebut karena pengurangan anggaran atau efisiensi tahun 2026 ini.
Untuk kisaran bonus yang biasanya diterima oleh atlet peraih medali emas biasanya 25 juta untuk satu atlet, namun untuk tahun ini hanya mendapat 20 juta rupiah. Sedangkan peraih medali perak dan perunggu menyesuaikan dengan anggaran yang disediakan pemerintah daerah.
Menurut Kadisbudpar Banjarmasin, Ibnu Sabil, sebelumnya mereka sudah mengusulkan anggaran sekitar 25 sampai 30 juta rupiah untuk bonus peraih medali emas di ajang Porprov 2025 kemarin. Namun anggaran tersebut tidak disetujui, hingga akhirnya bonus tersebut hanya 20 juta rupiah untuk satu atlet.
Ibnu Sabil mengatakan, “Intinya kemampuan keuangan daerah untuk pemberian bonus atlet saat ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini menyesuaikan kemampuan keuangan pemkot saat ini. Pembayaran dilakukan dengan mekanisme transfer langsung ke rekening atlet dan akan dibayarkan melalui anggaran murni APBD 2026.”
Atlet Sebut Bonus Harus Sesuai dengan Perjuangan dan Pengorbanan
Sementara itu, turunnya nominal bonus untuk peraih medali di Pekan Olahraga Provinsi ke-12 Tanah Laut disambut kekecewaan.
Atlet sebagai penerima reward menilai ini merupakan preseden buruk. Pasalnya, untuk bisa mencapai posisi podium teratas di multievent olahraga terbesar Banua, tak sedikit pengorbanan yang dikeluarkan oleh atlet. Selain latihan keras, ada pula sebagian dari mereka yang harus merogoh kantong sendiri untuk memanggil pelatih dari luar daerah hingga membeli peralatan bertanding sendiri.
Atlet dansa Kota Banjarmasin, Cinta Dinda Kajoltriatna, mengatakan, “Bonus ini harusnya jadi apresiasi buat kami karena sudah membawa nama harum Kota Banjarmasin. Di cabang dansa, sebelum Porprov kami sudah mengeluarkan biaya cukup besar, mulai dari memanggil pelatih dari luar, membeli sepatu dansa terbaik, hingga kostum agar tidak mengecewakan daerah. Jadi ketika nominalnya justru turun, tentu kami merasa kecewa.”
Atlet berharap pemerintah daerah dapat meninjau kembali kebijakan tersebut agar penghargaan yang diberikan sebanding dengan perjuangan dan prestasi yang telah mereka raih.
Reporter: Zein Pahlevi – Nina Megasari





