Dinas Pertanian Banjar Sarankan Petani Ikuti Program Optimasi Lahan Untuk Tingkatkan Produksi Padi

Martapura, DUTA TV — Kenyataan pahit harus dihadapi oleh sejumlah petani di wilayah Desa Keramat Baru, Kecamatan Martapura Timur, karena hasil panen yang menurun hingga 30 persen serta luas lahan yang bisa tergarap juga semakin sedikit.

Menanggapi hal ini, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Banjar melalui Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura mengaku memang belum melakukan kroscek lokasi lahan petani di Keramat Baru yang produksi padinya menurun pada tahun ini.

Menurut Kabid Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nurul Chatimah, untuk di wilayah Kecamatan Martapura Timur, pada tahun ini luas tanamnya justru meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, untuk produksi perhitungan hasil panen di Kecamatan Martapura Timur rata-rata empat ton per hektar. Akan tetapi, memang diakui untuk di area lahan pertanian di Desa Keramat Baru belum dilakukan kroscek dan penghitungan.

Guna meningkatkan hasil produksi padi di wilayah Kecamatan Martapura Timur, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar memberikan solusi melalui program optimasi lahan bagi petani. Dikarenakan beberapa kawasan pertanian di Kecamatan Martapura Timur merupakan lahan rawa, sehingga di saat musim penghujan sangat rentan terjadi banjir.

“Untuk di wilayah Kecamatan Martapura Timur tahun ini luas tanamnya meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, untuk produksi perhitungan hasil panen rata-rata 4 ton per hektar. Tapi untuk ubinan di wilayah Desa Keramat Baru memang belum dihitung, nanti akan dicek ke lokasi. Memang di situ seringkali banjir kalau musim hujan. Tahun ini juga ada program optimasi lahan, mudah-mudahan nanti bisa memperbaiki dan mengurangi dampak banjir. Tahun ini memang terjadi kemarau basah, sehingga di lokasi lahan rawa tidak kering. Untuk perbaikan drainase pengairan nanti kita akan koordinasi dengan pihak Dinas PUPR,” ujarnya.

Sementara itu, saat disinggung terkait luasan lahan pertanian di wilayah Keramat Baru yang semakin menyempit karena seringkali terendam banjir, pihak Dinas Pertanian akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Banjar untuk memperbaiki saluran irigasi atau pengairan di sekitar area pertanian.

Reporter: Suhardadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *