Dibanding Nge-Kos, Anak Sekarang Lebih Suka Co-Living

Jakarta, DUTA TV – Menyewa hunian merupakan salah satu alternatif untuk memiliki tempat tinggal, apalagi harga properti di kota besar semakin meningkat.
Untuk generasi muda seperti Gen Z dan Millenial, co-living menjadi pilihan sewa hunian.
Co-Living atau community living merupakan istilah yang merujuk pada orang yang tinggal di satu properti yang sama dengan orang lain.
Di beberapa negara, co-living punya nama lainnya. Misalnya di Jepang disebut shared-house, di Korea disebut officetel, lalu di Australia dan Amerika disebut multifamily housing.
Country Director of Investment Cove, Rizky Kusumo, mengungkapkan dari data penghuni Cove, sebagian besar dihuni oleh Gen Z dan Millenial.
Pada rentang umur 18-24 tahun sebanyak 38 persen, usia 25-34 tahun itu 46 persen, 11 persen untuk millenial, dan sisanya di atas 45 tahun.
Rizky juga mengungkapkan alasan semakin banyaknya Gen Z dan Millenial yang memilih untuk co-living.
Salah satunya karena lokasinya yang dekat dengan pusat kota, seperti perkantoran, rumah sakit, kampus, dan lainnya.
Tak hanya itu, Gen Z dan millenial banyak mencari co-living yang dekat dengan transportasi umum misalnya stasiun MRT Jakarta.
Harga properti yang semakin mahal, membuat generasi muda mau tidak mau menyewa tempat tinggal agar bisa tetap hidup di tengah kota.
Mereka mungkin bisa saja membeli properti tetapi lokasinya cukup jauh dari pusat kota.
“Kita melihat co-living ini sebagai salah satu alternatif housing, alternatif solusi untuk para Gen Z dan Millennials. Ini bukan pengganti ya, tapi ini sebenarnya supplement,” ujarnya dalam acara Iftar Dialogue: 2026 co-living outlook, Senin (9/3/2026).
Selain itu, layanan yang diberikan juga menarik bagi para generasi muda, salah satunya ada acara untuk komunitas di co-living tersebut.(dtk)





