Di Tengah Kesibukan, Buruh Angkut Pasar Baru Ikuti Tadarus di Bulan Ramadan

Banjarmasin, Duta TV — Bulan suci Ramadan menjadi momentum meningkatkan ibadah, termasuk bagi para buruh angkut di pasar tradisional. Di tengah aktivitas padat dan teriknya siang hari, mereka rutin mengikuti tadarus Alquran serta melaksanakan salat berjamaah. Kegiatan ini diinisiasi oleh pemilik Toko Pandawa sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan rohani para pekerja.
Suasana Musala Jamilah yang berada di Pasar Hanyar, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada waktu istirahat siang di bulan Ramadan tampak khidmat.
Sejumlah buruh angkut yang sejak pagi memindahkan barang dagangan terlihat duduk sambil memegang Alquran.
Lantunan ayat suci terdengar bersahutan, menggantikan riuh suara transaksi jual beli di area pasar.
Meski tubuh tampak lelah setelah bekerja fisik dan dalam kondisi berpuasa, para buruh tetap khusyuk mengikuti tadarus yang digelar setiap hari selama Ramadan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh owner Toko Pandawa yang berada di kawasan pasar.
Ia mengajak para buruh angkut dan karyawan toko untuk memanfaatkan waktu istirahat siang dengan kegiatan positif dan bernilai ibadah.
Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat keimanan, termasuk bagi para pekerja yang kesehariannya disibukkan aktivitas berat.
Ia pun menyediakan fasilitas musala dan Alquran agar kegiatan dapat berjalan rutin dan nyaman.
Deddy menambahkan kebiasaan ini diharapkan dapat membawa perubahan dalam spiritual para buruh. Selain menambah pahala di bulan Ramadan, kebersamaan dalam tadarus dan salat berjamaah juga mempererat hubungan antarpekerja.
Tidak hanya tadarus, para buruh angkut juga dikenal disiplin melaksanakan salat berjamaah.
Saat azan Zuhur dan Asar berkumandang, mereka segera menghentikan aktivitas bongkar muat barang dan bergegas menuju musala.
Semangat para buruh angkut di Pasar Sentral ini menjadi potret bahwa kesibukan mencari nafkah tidak menghalangi kewajiban beribadah.
Ramadan pun dimaknai tidak hanya sebagai bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat keimanan dan kebersamaan.
Reporter: Mawardi





