Demi Keluarga, Buruh Angkut Tetap Berpuasa di Tengah Kerja Berat

Banjarmasin, Duta TV — Di tengah teriknya matahari dan beratnya pekerjaan fisik, seorang buruh angkut di Banjarmasin tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan demi menafkahi keluarga. Keteguhan iman ini menjadi potret perjuangan masyarakat kecil dalam menyeimbangkan kewajiban agama dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Bulan suci Ramadhan menjadi momentum meningkatkan ibadah dan kesabaran.
Namun bagi sebagian masyarakat, Ramadhan juga tetap dijalani di tengah tuntutan kerja fisik yang berat.
Seperti yang dilakukan Gusti Muhammad Zabir, buruh angkut sembako di Pasar Baru, Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan.
Sejak pukul delapan pagi, Zabir sudah berada di kawasan pasar. Ia memanggul berbagai kebutuhan pokok milik toko dan pembeli.
Berat beban yang diangkut bisa mencapai puluhan kilogram dalam sekali angkut.
Di bawah paparan sinar matahari, pria 30 tahun, warga Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat ini tetap bekerja seperti biasa meski tengah menahan lapar dan haus.
Pekerjaan sebagai buruh angkut telah ia jalani selama dua tahun terakhir. Setiap Ramadan, rutinitas itu tidak berubah. Ia tetap memilih berpuasa sambil bekerja demi memenuhi kebutuhan istri dan dua anaknya.
“Tantangannya adalah cuaca, kalau panas pasti haus, cuman kan puasa ini ibadah wajib kita harus semangat menjalaninya walau di bulan Ramadhan.”
Zabir mengaku, rasa lelah kerap datang di siang hari, terutama saat aktivitas pasar sedang ramai.
Namun ia selalu menguatkan niat bahwa apa yang dilakukannya bukan hanya untuk mencari nafkah, tetapi juga sebagai bentuk ibadah.
Terlebih dukungan dari pemilik Toko Pandawa menurutnya sangat baik. Di sisi toko tersedia tempat ibadah mushala yang saat azan Zuhur dan Ashar tiba, ia dapat melaksanakan salat berjamaah bersama rekan-rekannya.
Upah harian yang diterimanya pun langsung digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Baginya, melihat keluarga tercukupi menjadi penyemangat utama menjalani hari-hari berat selama Ramadan.
Bagi Zabir, Ramadhan bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru bulan suci menjadi kesempatan melatih kesabaran, keikhlasan, serta memperkuat niat dalam bekerja. Ia pun berharap Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi dirinya dan keluarga, serta diberi kesehatan agar dapat menuntaskan ibadah puasa hingga akhir bulan.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa semangat Ramadhan tidak hanya tercermin dalam ibadah di masjid, tetapi juga dalam kerja keras dan tanggung jawab sehari-hari untuk keluarga.
Reporter: Mawardi





