Demi Bekerja, Amang Amat Harus Jalan Kaki Tempuh Banjir Sejauh 1 Km

Kabupaten Banjar, DUTA TV — Banjir setinggi paha orang dewasa tidak menyurutkan semangat salah satu warga Desa Gudang Hirang Sungai Madang, Amang Amat, untuk mencari nafkah demi keluarganya.

Setiap hari, di musim banjir, Amang Amat harus menempuh jarak kurang lebih satu kilometer dengan berjalan kaki menembus genangan air untuk bisa ke depan jalan raya dan berangkat kerja.

Hal itu dirinya lakukan tiap hari untuk mencari nafkah, lantaran jalan menuju rumahnya tidak bisa ditembus dengan sepeda motor.

“Iya tiap hari berjalan. Mun uyuh ya bejukung, sekitar sepal an. Kalau banjir ini lawas. Iya tiap hari ini,” ucapnya.

Hampir 10 Hari Tak Bisa Berdagang Akibat Banjir, Anang Harapkan Pemerintah Cari Solusi Tanggulangi Banjir

Sementara itu, berbeda dengan Amang Amat, Anang yang juga warga Desa Gudang Hirang Sungai Madang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, mengaku harus kehilangan penghasilan lantaran tak bisa berdagang dan mencari nafkah untuk keluarganya.

Anang mengaku tak bisa membawa barang dagangan lantaran tidak mampu menembus banjir yang sudah menggenangi kawasannya selama 10 hari lebih.

Anang yang diketahui merupakan pedagang keliling berharap, selain memberikan bantuan, pemerintah juga harus cepat memikirkan cara menanggulangi banjir agar tidak terus terulang.

“Tergenang ini sudah lawasan pang. Ya terpaksa ae kada kawa begawi, jualan bedagang, kawa sempat dua kali aja karena kada kawa menembus banjir dan membawa barang. Jadi pakai yang ada ae gasan di rumah. Ya harapannya segera ditanggulangi agar tidak banjir lagi, karena mengganggu banar,” ujar Anang.

Diketahui, kawasan Desa Gudang Hirang Sungai Madang, Kabupaten Banjar, dilanda banjir sejak 10 hari lebih dan menjadi salah satu titik terparah banjir.

Reporter: Ade Yanuar

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *