Dana Desa Menyusut, Pembangunan Infrastruktur di Rantau Badauh Terhambat

Barito Kuala, DUTA TV — Berkurangnya alokasi dana desa yang berdampak langsung pada terhambatnya pembangunan infrastruktur desa, khususnya di wilayah Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, menjadi sorotan anggota DPRD Kalimantan Selatan.
Hal itu disampaikan Haji Ahrian, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, saat reses di Desa Sungai Gampa, Sungai Gampa Asahi, dan Sungai Bamban. Ia menyebut kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, mengingat banyak kebun masyarakat yang mati sehingga mempengaruhi sumber penghidupan warga.
Menurutnya, pengurangan dana desa membuat pembangunan infrastruktur desa tidak dapat dilakukan secara maksimal. Ia meminta Pemerintah Provinsi melalui dinas terkait memprioritaskan pembangunan yang bersifat mendesak.
Haji Jahrian menyatakan siap menyerahkan pokok-pokok pikirannya kepada stakeholder, khususnya Dinas PUPR dan Disperkim, agar aspirasi masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
“Daya untuk menambah kehidupan masyarakat, karena banyak kebun yang mati, jadi pemerintah seharusnya memikirkan juga bagaimana cara menanggulangi ini. Apalagi sehubungan ini sekarang dana desa sangat dikurangi, pembangunan untuk infrastruktur desa tidak bisa dilakukan sepenuhnya. Oleh karena itu, kami berharap sebagai anggota Dewan Provinsi Kalsel menyerahkan pokir kepada stakeholder Dinas PUPR dan Disperkim. Saya mencoba, kami yang sampaikan dan kami yang meminta, tapi bukan kami yang ambil duitnya. Silakan pemerintah mengerjakan, tapi prioritaskan yang urgent,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Bamban, Asnan, berharap seluruh aspirasi dan keluhan warga yang disampaikan saat reses dapat diperjuangkan di tingkat provinsi. Pasalnya, saat reses inilah masyarakat bisa menyampaikan berbagai permasalahan desa, khususnya terkait infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi desa saat ini.
“Alhamdulillah beliau bisa berhadir di tengah-tengah masyarakat. Artinya seluruh daripada keluhan ataupun aspirasi masyarakat insyaallah akan beliau tampung, akan beliau sampaikan karena beliau adalah perwakilan dari masyarakat itu sendiri,” harapnya.
Akibat menyusutnya dana desa, masyarakat Kecamatan Rantau Badauh kini menggantungkan harapan pada perhatian dan langkah nyata Pemerintah Provinsi.
Aspirasi yang disampaikan saat reses diharapkan tidak hanya menjadi wacana, namun segera ditindaklanjuti melalui pembangunan infrastruktur yang benar-benar mendesak.
Reporter: Tim Liputan





