Cara Simpan Telur, Langsung Masuk Kulkas Atau Dicuci Dulu ?

Jakarta, DUTA TV – Kebiasaan mencuci telur sebelum disimpan di kulkas (chiller) mungkin ‘relate’ dilakukan bagi kebanyakan orang.

Tujuannya sederhana, supaya kotoran dan debu yang menempel di cangkangnya hilang dan telur terlihat lebih bersih.

Logika ini memang terasa masuk akal. Sesuatu yang terlihat bersih biasanya dianggap lebih higienis dan lebih aman dimakan.

Namun dalam dunia keamanan pangan, tidak semua bahan makanan yang dicuci justru menjadi lebih baik saat disimpan

Belakangan ini topik tersebut kembali ramai diperbincangkan di media sosial.

Banyak yang mulai mempertanyakan cara yang benar saat menyimpan telur.

Sebagian memilih mencucinya terlebih dahulu sebelum masuk kulkas, sementara yang lain justru menyarankan agar telur tidak dicuci sama sekali sebelum disimpan.

Perdebatan ini membuat tidak sedikit orang bingung.

Mana yang sebenarnya lebih tepat dilakukan?

Di balik cangkangnya yang tampak keras, telur sebenarnya memiliki pelindung alami.

Permukaan cangkang dilapisi lapisan sangat tipis yang disebut kutikula atau cuticle, kadang juga disebut bloom.

Lapisan ini hampir tidak terlihat oleh mata, tetapi menempel di seluruh permukaan telur seperti lapisan film transparan yang melapisi cangkang.

Kutikula berfungsi sebagai pertahanan pertama telur dari lingkungan luar.

Meski keras, cangkang telur secara alami memiliki ribuan pori mikroskopis yang memungkinkan pertukaran gas saat telur terbentuk di dalam tubuh ayam.

Tanpa perlindungan tambahan, pori-pori ini bisa menjadi jalur masuk bakteri.

Di sinilah peran kutikula, yakni membantu menutup pori-pori tersebut sehingga mikroorganisme lebih sulit menembus ke bagian dalam telur.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Foods tahun 2021 membuktikan bahwa lapisan ini membantu menurunkan risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella dan Escherichia coli pada telur segar.

Masalahnya, lapisan kutikula cukup rapuh terhadap air dan gesekan.

Saat telur dicuci, terutama di bawah air mengalir atau digosok, lapisan tipis ini bisa ikut terangkat dari permukaan cangkang.

Akibatnya, cangkang telur memang terlihat lebih bersih, tetapi perlindungan alaminya justru berkurang dan bakteri dari lingkungan menjadi lebih mudah masuk.

Kebiasaan lain yang sering terjadi setelah mencuci telur adalah langsung menyimpannya ke dalam kulkas tanpa benar-benar mengeringkan cangkangnya.

Padahal kondisi cangkang yang lembap bisa menciptakan lingkungan yang lebih mendukung pertumbuhan mikroorganisme di cangkang telur.

Telur pada dasarnya lebih aman disimpan dalam kondisi kering agar lapisan pelindung alaminya tetap utuh.

Ketika cangkang tetap kering, kutikula menutup sebagian pori-pori pada cangkang sehingga bakteri dari lingkungan lebih sulit masuk ke bagian dalam telur.

Karena itu, langkah yang lebih praktis justru dimulai sejak membeli telur. Pilih telur yang cangkangnya terlihat bersih dan tidak banyak kotoran menempel.

Jika pada beberapa telur masih terdapat kotoran, cangkang biasanya cukup dibersihkan sesaat sebelum telur diolah atau dimasak.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *