Buat Pendaki Semeru, Sekarang Wajib Pakai Gelang Pelacak, Maksimal 200 Orang Per Hari

Jakarta, DUTA TV — Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini mewajibkan setiap wisatawan yang melaksanakan aktivitas pendakian ke Gunung Semeru menggunakan gelang pelacak ‘radio frequency identification’ (RFID).
Penggunaan gelang tersebut untuk mempermudah pelacakan lokasi para pendaki, terutama ketika terjadi keadaan darurat.
Informasi itu dibagikan di akun Instagram @bbtnbromotenggersemeru pada 3 Juli 2025. Dalam unggahan itu disebutkan, jalur Semeru yang memukau. Meski kerap dianggap “ramah,” pendakian tetap menyimpan risiko mulai dari tersesat, terjatuh, hingga hilang.
Tak jarang, proses evakuasi memakan waktu lama karena sulitnya melacak posisi pendaki. Situasi seperti ini tentu bikin keluarga sahabat dan tim evakuasi harap-harap cemas.
“Kini, setiap pendaki akan dibekali gelang atau kartu RFID yang memungkinkan pelacakan posisi secara real-time. Dengan teknologi ini, penanganan darurat bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” tulis unggahan tersebut.
“Yuk Sahabat, kenali cara kerja gelang pelacak RFID agar pendakianmu makin aman dan tenang. Salam konservasi,” sambungnya.
Gelang pelacak ini dilengkapi dengan chip mini dan antena yang memancarkan sinyal ke menara pemancar di beberapa titik jalur pendakian. Saat pendaki yang menggunakan gelang tersebut posisinya berada di dekat alat pemancar chip akan mengirimkan data, di antaranya identitas pengguna dan lokasi keberadaan terakhir.
Setiap data yang masuk bisa diakses langsung lewat sistem pusat, misalnya di pos pendakian. Data langsung terkirim ke Kantor Resort Ranupani.(lip6)





