Berstandar Restoran, Dapur APJI Jadi Percontohan Penyalur MBG

Banjarmasin, DUTA TV — Wali Kota Banjarmasin meresmikan Dapur Makanan Bergizi atau MBG milik Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kalsel di bawah Yayasan Miftah Firdausi.

Dapur MBG APJI ini merupakan dapur percontohan se-Kalimantan Selatan yang sudah berstandar restoran. Sedikitnya ada 3.000 porsi MBG per hari yang bakal disalurkan Dapur APJI untuk pelajar di wilayah Banjarmasin Utara.

Ketua APJI Kalsel, Haji Aftahuddin, mengatakan makanan yang mereka salurkan dari Dapur APJI ini dipastikan steril dan aman dikonsumsi.

Pasalnya, pihaknya sudah menyusun alur operasional mulai dari pakaian, penyimpanan dan penyediaan bahan makanan, hingga alat yang digunakan untuk memasak. Hal itu untuk menghindari adanya kontaminasi bakteri yang dikhawatirkan menjadi pemicu keracunan.

Bukan hanya menyediakan makanan sehat, Dapur APJI juga berkomitmen menyajikan makanan yang lezat serta sesuai selera anak-anak, kendati alokasi anggaran yang diberikan pemerintah untuk satu porsi MBG hanya Rp10 ribu.

H. Aftahuddin menegaskan pentingnya menjalankan prosedur sesuai aturan dalam penyediaan makanan.

“Harus mengikuti SOP yang ada. Kalau jalurnya benar, SOP-nya benar, insyaallah terjadi hal kena kontaminasi keracunan itu sangat kecil sekali karena kita mengikuti aturan. Dari sisi keamanan pastinya akan terjamin. Memang dalam hal ini banyak yang tidak suka dengan MBG, kita membuktikan bahwa makanan MBG itu memang benar-benar sehat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aftahuddin juga menyebut pihaknya akan menghadirkan beragam menu yang disesuaikan dengan selera anak-anak.

“Kami nanti ada menunya burger, ada susu, ayam pop bergizi dan lezat, disesuaikan selera anak. Semuanya merangkul,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, H.M Yamin HR, mengucapkan terima kasih atas partisipasi APJI yang membuka Dapur MBG untuk menyukseskan program Presiden RI.

Ia berharap Dapur APJI bisa menjadi contoh bagi dapur lainnya di Kalsel untuk menyediakan makanan dengan kondisi aman dan standar operasional prosedur yang ketat.

“Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang membersamai, yang mendukung program-program MBG di Kota Banjarmasin. Karena kita sekali lagi berharap ini bisa menjadikan contoh yang sedang dibuat Haji Aftah kepada dapur MBG yang lain karena sudah memenuhi standar-standar. Jangan sampai kita hanya membuka, tapi tidak memperhatikan kualitas daripada makanan yang akan kita sajikan untuk anak-anak kita,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yamin menegaskan bahwa anak-anak merupakan generasi penerus yang harus dipersiapkan dengan baik menuju Indonesia Emas 2045.

“Karena anak-anak ini generasi penerus, bagaimana kita menciptakan 2045 Indonesia Emas dengan menciptakan generasi hebat,” tambahnya.

Dapur APJI yang berada di eks KWK Kayutangi Banjarmasin sendiri memiliki 50 tenaga kerja yang sebagian besar diserap dari warga sekitar.

Tak main-main, untuk menyajikan makanan yang sehat dan lezat, Dapur MBG di bawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) naungan Badan Gizi Nasional ini juga melibatkan eks chef restoran, termasuk ahli gizi.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *