Banjir Rendam Rumah di Kabupaten Banjar, Nenek Hilah dan Siti Khadijah Terpaksa Mengungsi

Banjar, Duta TV — Banjir yang mulai meninggi hingga mencapai perut orang dewasa, terutama di kawasan Desa Sungai Rangas Hambuku, Kabupaten Banjar, memaksa warga untuk pergi mengungsi.
Seperti yang dilakukan oleh Nenek Hilah dan Siti Khadijah. Kedua nenek ini bersama keluarganya terpaksa mengungsi lantaran rumah mereka terendam banjir. Selama tiga hari terakhir, keduanya mengungsi ke Aula Kecamatan Martapura Barat yang berlokasi lebih tinggi.
Di tempat pengungsian tersebut, juga terdapat puluhan warga lainnya yang mengalami nasib serupa seperti yang dialami oleh Nenek Hilah dan Siti Khadijah.
Menurut Nenek Hilah, banjir mulai naik bertepatan pada momen Lima Rajab yang lalu, dan setelah itu terus meningkat hingga merendam rumah mereka setinggi jendela rumah. “Dalam sampai perut, rumah hancuran, dua sampai tiga malam sudah,” keluh nenek Hilah.
“Harapannya ada bantuan, rumah sudah hancur, bahan kadada baras. Sampai ke sini banjirnya hingga longkang rumah, makanya ke sinian,” tutur Siti Khadijah..
Sementara itu, Camat Martapura Barat Ahmad Rabani menjelaskan, ada sekitar 17 ribu warga dari 13 desa yang terdampak di wilayah Martapura Barat, di mana rata-rata persentase genangan air mencapai 95 persen merendam pemukiman warga.
Ahmad Rabani menyebutkan, “Sampai hari ini ada sekitar 41 orang di aula ini. Dengan tingginya kedalaman air, kemungkinan akan bertambah, dan yang banyak ini lansia dan anak-anak. Kita juga sudah menyiapkan segalanya untuk melayani pengungsi,” tuturnya.
Selain itu, di pengungsian ini juga terdapat dapur umum dan fasilitas lainnya yang telah disediakan oleh pihak kecamatan yang bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi.
Reporter : Ade Yanuar





