Banjarbaru Siaga Karhutla

Banjarbaru, DUTA TV — Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar apel siaga bencana yang diikuti oleh ratusan petugas gabungan dan perwakilan relawan se-Kota Banjarbaru.

Apel siaga bencana kali ini melibatkan lintas sektor, di antaranya BPBD, Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, Masyarakat Peduli Bencana, beserta instansi terkait lainnya dan relawan.

Selaku inspektur upacara, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menuturkan, meskipun saat ini wilayah Banjarbaru masih berpotensi turun hujan, akan tetapi pihaknya berharap kepada seluruh petugas dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana karhutla.

Erna Lisa Halaby menegaskan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.

“Kita telah melaksanakan apel kesiapsiagaan. Ini adalah bentuk bahwa pemerintah daerah siap siaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kota Banjarbaru. Walaupun beberapa hari ini ada hujan, prakiraan dari BMKG menunjukkan tanggal 10 masih berpotensi turun hujan. Namun, kita tetap siaga,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Kalak BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie, berdasarkan data Pusdalops sejak bulan Maret hingga awal Agustus 2025, tercatat sebanyak 43 api di Banjarbaru dengan luasan lahan 118,2 hektar terbakar. Cakupan wilayah yang cukup rawan terjadi karhutla yakni di Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, dan Cempaka.

Zaini Syahranie menjelaskan bahwa status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih diberlakukan.

“Apel siaga bencana dipimpin Ibu Wali Kota. Walaupun sampai tanggal 10 masih akan turun hujan, status siaga darurat bencana karhutla,” jelasnya.

Zaini menambahkan bahwa beberapa wilayah menjadi fokus penanganan, khususnya di sekitar area bandara.

“Titik api yang jadi fokus di Cempaka, Landasan Ulin, dan Liang Anggang, terutama di sekitar bandara. Luasan yang terbakar berdasarkan Pusdalops dan menggunakan drone ada 43 titik api dengan luasan 118,2 hektar terbakar, dari bulan Maret sampai saat ini,” tambahnya.

Setelah apel siaga bencana, Wali Kota Banjarbaru bersama unsur Forkopimda melakukan pengecekan terhadap kesiapan seluruh personel dan kelengkapan armada pemadam.

Pihak BPBD Kota Banjarbaru berupaya melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan sejak dini.

Reporter: Suhardadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *