Aviliani Teropong Ekonomi : 2020 Masyarakat Paham, 2021 Masyarakat Berharap

Banjarmasin, DUTA TV — Tahun 2020 tahun yang paling berat untuk masyarakat, dunia usaha maupun pemerintah. Covid-19 telah membuat segala persendian ekonomi porak poranda.
Ekonom Indef, Aviliani menerangkan, pada 2021 masyarakat sudah punya harapan baru pada pemerintah dengan prediksi pertumbuhan ekonomi 3 – 5 %.
Dalam perbincangan dalam D’Talkshow, Aviliani menjelaskan, tahun ini perekonomian belum bisa pulih karena akan ada gelombang kedua dan ketiga Covid-19 yang masih akan terjadi. Bahkan kalaupun ada vaksin, itupun harus menyentuh 50 % masyarakat Indonesia.
“Jika 50 persen belum divaksin, maka perekonomian juga akan berjalan hanya dengan 50 persen masyarakat yang bergerak,”katanya.
Pandemi yang akan dilakui tahun 2021 juga membuat masyarakat mulai terbiasa dibanding bulan Maret tahun lalu.
“Ini bagus. Karena kalau masyarakat punya harapan positif maka kegiatan itu akan terjadi. Tapi kalau tidak punya optimism orang cenderung berdiam diri. Ini modal agar ekonomi bisa lebih baik,”lanjut Aviliani.
Indonesia memiliki modal sosial untuk bangkit saat pandemi. Menurutnya masyarakat bisa memahami apa yang terjadi pada 2020 dan punya harapan 2021 pada pemerintah. Ini artinya masyarakat masih percaya pada pemerintah untuk memperbaiki ekonomi.
Belum normalnya ekonomi juga dipengaruhi oleh kebiasaan pemerintah yang membelanjakan uang Negara seperti saat kondisi normal. Saran Aviliani, pemerintah harus lebih cepat menggelontorkan dana melalui APBN, APBD maupun Dana Desa, sehingga kegiatan ekonomi di tingkat masyarakat juga bergerak lebih cepat.(ern)