Antisipasi Keracunan MBG, Anggota DPRD Banjar Desak Pemkab Siapkan Alat Rapid Test Makanan

Martapura, DUTA TV — Insiden keracunan massal yang terjadi di wilayah Martapura dengan korban sebanyak 134 pelajar dan kepala sekolah mendapat sorotan dari anggota legislatif DPRD Banjar.
Mengantisipasi terjadinya kasus serupa, anggota Komisi IV DPRD Banjar, Ahmad Fauzan Asniah, mendesak pemerintah Kabupaten Banjar untuk mengadakan alat rapid test makanan.
Menurut Fauzan, alat tersebut sangat penting sebagai deteksi dini keamanan makanan sebelum dikonsumsi. Terlebih, Martapura sering menjadi lokasi acara besar keagamaan yang melibatkan ribuan orang seperti Haul Guru Sekumpul.
“Di Martapura sering ada acara besar seperti haul dan peringatan hari besar Islam. Jadi alat rapid test sangat diperlukan agar makanan yang disajikan aman. Kalau kita punya alat rapid test sendiri, setiap bahan bisa dicek sebelum disajikan. Ini bukan hanya untuk program MBG, tapi juga kegiatan masyarakat secara umum,” ujar Ahmad Fauzan Asniah.
Dorongan tersebut muncul setelah hasil laboratorium Dinas Kesehatan Banjar menemukan kandungan nitrat pada dua jenis makanan MBG yang dikonsumsi para siswa, yang diduga kuat menjadi penyebab keracunan massal.
Kasus keracunan massal MBG yang menimpa ratusan pelajar dari delapan sekolah di Kabupaten Banjar pada 9 Oktober lalu masih diselidiki pihak kepolisian. Sampel makanan telah dikirim ke Puslabfor Surabaya untuk uji kandungan, sementara Badan Gizi Nasional juga melakukan investigasi ke dapur SPPG Tungkaran.
Reporter: Suhardadi





