Anggaran Penanganan Bencana Rp 73,9 Triliun, Terbanyak untuk Aceh

Jakarta, DUTA TV – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan, kebutuhan anggaran penanganan bencana periode 2025–2029 teridentifikasi sebesar Rp 73,98 triliun.
Sebaran kebutuhan anggaran itu meliputi Aceh Rp 39,59 triliun, Sumatera Utara Rp 17,35 triliun, dan Sumatera Barat Rp 17,03 triliun.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 69,10 triliun dialokasikan untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, sementara sisa Rp 4,87 triliun untuk fase tanggap darurat.
Berdasarkan hasil diskusi dengan Bappenas, Kementerian PU menganggarkan kebutuhan tanggap darurat sebesar Rp 4,3 triliun pada 2026.
“Arahan pada saat itu karena tanggap darurat, maka bisa mengambil dari anggaran BNPB. Namun dari Rp 4,3 triliun yang sudah kami anggarkan, memang sebagian sudah berjalan karena tidak bisa menunggu,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).
“Saya berharap ada anggaran khusus untuk Rp 4,3 triliun karena per hari ini, Kementerian PU masih diminta menyiapkan hunian sementara,” tegas dia.
Selain percepatan pembangunan fisik, Kementerian PU juga mengoptimalkan skema cash for work atau padat karya tunai (PKT) sebagai instrumen percepatan pemulihan sekaligus stabilisasi ekonomi masyarakat terdampak.
Pola padat karya telah dilaksanakan sejak Desember 2025 dan terus diterapkan di seluruh daerah terdampak.
Dody menyampaikan progres penanganan pascabencana di wilayah Sumatera menunjukkan capaian signifikan di berbagai sektor.
Pada sektor layanan dasar, progres air baku dan air bersih telah mencapai 71 persen, dengan 153 dari 176 unit SPAM (87 persen) kembali fungsional.
Di sektor konektivitas, jalan dan jembatan nasional telah 100 persen berfungsi kembali.
Sementara itu, jalan daerah telah mencapai progres 93 persen dan jembatan daerah 63 persen.
Untuk sektor sumber daya air, 25 dari 31 daerah irigasi terdampak saat ini dalam penanganan dengan progres 81 persen.
Seluruh TPA dan IPLT terdampak juga telah ditangani 100 persen.
Adapun pembangunan 1.301 unit rumah hunian telah mencapai progres rata-rata 64 persen dan ditargetkan selesai pada Februari 2026.(lip6)





