AMPHURI Bolehkan Travel Berangkat di Tengah Konflik Iran – Israel Asal Bisa Pulangkan Jemaah Umrah

Jakarta, DUTA TVKetua Umum DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Firman M Nur mengatakan travel umrah tetap diizinkan memberangkatkan jemaah di tengah kondisi konflik Timur Tengah dengan Amerika Serikat dan Israel.

Namun, travel harus bertanggung jawab penuh untuk bisa membawa pulang jemaah umrah dengan selamat.

“Yang paling penting adalah kita (travel umrah) tetap diizinkan memberangkatkan dengan tanggung jawab penuh untuk bisa membawa pulang (jemaah),” katanya dalam acara Dialog Interaktif AMPHURI yang digelar di Hotel Aston Kartika, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Firman juga menegaskan Arab Saudi sendiri menyatakan negaranya aman dan kondusif sehingga tidak ada penjadwalan ulang reservasi hotel, pengembalian visa dan semacamnya.

Berbeda dengan waktu pandemi Covid-19 ketika Saudi melakukan pembatalan hingga pengembalian dana.

“Sebagaimana saya sampaikan dalam rapat, karena Saudi mengatakan kondisi negaranya aman dan kondusif jadi efeknya adalah tidak ada reschedule hotel.

“Tidak ada pembatalan reservasi hotel, tidak ada pengembalian visa. Beda dengan waktu kita pandemi (Covid-19), (waktu itu) pembatalan segera dari Saudi, semua cost di Saudi dikembalikan sampai visa pun dikembalikan,” ujarnya.

Meski demikian, Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Akhmad Fauzin yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, walau Saudi mengklaim negaranya aman, perjalanan menuju Tanah Suci imbas konflik Timur Tengah dinilai berisiko bagi jemaah umrah.

Karenanya, Kementerian Luar Negeri hingga Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengeluarkan imbauan penundaan keberangkatan.

“Arab Saudi menyampaikan kondisi di sana normal aman, damai. Tetapi proses perjalanan menuju ke sana itu juga harus menjadi perhatian kita.

“Menuju sana sehingga Kementerian Luar Negeri mengeluarkan imbauan pada PIHK atau kepada PPIU atau kepada travel untuk menunda keberangkatan yang belum diberangkatkan,” jelas Fauzin.

Kementerian Haji dan Umrah RI, lanjutnya, juga sudah menyampaikan kepada masyarakat dengan maksud memitigasi agar tidak terjadi stranded jemaah umrah RI yang ada di Saudi dan negara-negara transit daerah Timur Tengah. Sebab kondisi di sana cukup bergejolak.

Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah itu mengimbau agar travel menunda keberangkatan umrah terlebih dahulu karena situasi dan kondisi saat ini.

“Travel juga sudah disampaikan imbauannya menunda dulu, sabar dulu. Menunda dulu keberangkatan yang akan dilaksanakan melihat situasi dan kondisi dulu,” ungkap Fauzin.

Peundaan tersebut menjadi langkah perlindungan terhadap warga negara. Meski kondisi Saudi stabil, perjalanan menuju Tanah Suci cukup berisiko.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *