Aliansi Rakyat dan Mahasiswa Banjarmasin ‘Geruduk’ Balai Kota

Banjarmasin, DUTA TV — Puluhan peserta aksi dari Aliansi Rakyat dan Mahasiswa Banjarmasin mendatangi Balai Kota Banjarmasin, Rabu siang (18/02/2026).

Mereka membawa spanduk yang bertuliskan evaluasi prioritas penggunaan anggaran daerah. Pasalnya, menurut mereka ada beberapa kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan yang digaungkan oleh Pemko Banjarmasin, yakni sedang melaksanakan efisiensi anggaran.

Ada beberapa pengadaan yang disebutkan menghamburkan anggaran, seperti pengadaan mobil listrik, pembukaan Calendar of Event Banjarmasin di Bali, rencana pembelian kamera, dan renovasi ruang kerja wali kota dan wakil wali kota beserta ruang tunggunya.

Padahal, uang untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu dipotong dan bonus atlet juga berkurang.

Para peserta aksi juga sempat berdialog langsung dan mendapatkan penjelasan dari sejumlah kepala SKPD yang ada terkait dengan aspirasi yang mereka sampaikan, baik dengan wali kota dan wakil wali kota bersama kepala SKPD. Terakhir, mereka meminta tanda tangan fakta integritas kepada wali kota dan wakil wali kota untuk memperhatikan tuntutan massa.

Selain itu, jalan rusak dan masih terjadinya banjir di beberapa titik juga menjadi sorotan oleh peserta aksi. Mereka menuntut perbaikan jalan bisa segera dilakukan dan banjir bisa diantisipasi ke depannya agar tidak hanya memberikan bantuan saja ke warga.

“Dengan tanda tangan fakta integritas masyarakat bisa mengawasi menjaga surat tersebut empat tahun ke depan, kita bakal kembali lagi. Kita apresiasi membuka ruang dialog. Jawaban puas dalam masalah transparansi, kebijakan kami kritiki pembelian kamera dan mobil listrik. Mereka terus terang. Kami ada 12 tuntutan, banjir yang berulang, BPJS kehilangan 62 ribu orang, ada pendataan ulang, ketiga jalan yang sering rusak selaras dengan mobil listrik, momentumnya kurang tepat,” ucap Fajar Arifin Korlap Aksi.

Sementara menurut Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, ia dan kepala SKPD terkait sudah menyampaikan alasan dari berbagai pengadaan seperti mobil listrik, ruang kerja dan ruang tunggu wali kota, serta pengadaan kamera. Ia akui ada beberapa pengadaan yang dibatalkan karena memang tidak urgen atau terlalu penting.

“Mereka menyampaikan dan kami juga sudah menyampaikan serta menandatangani. Kami tidak bisa berjalan sendiri, perlu serta yang lain termasuk mahasiswa, kaya mobil listrik urgensi. Kamera sudah kita sampaikan. Lebih bagus lagi dokumentasi, saya kira cukup saja kalau tidak urgen. Ruang smoking sudah disampaikan juga dan diberikan pengertian,” jelasnya.

Usai mendapatkan tanda tangan fakta integritas dari pihak wali kota dan wakil wali kota, para peserta aksi langsung membubarkan diri dan meminta seluruh warga Banjarmasin juga ikut melakukan pengawasan dengan kerja Yamin – Ananda.

Reporter: Zein Pahlevi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *