Alfaprav dan Hima Arsitektur ULM Gelar Lomba Desain Motif Khas Kalsel

Banjarmasin, DUTA TV — Alfaprav bersama himpunan mahasiswa arsitektur ULM, melakukan susur sungai ke Lok Baintan atau Pasar Terapung, Minggu pagi. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta lomba desain motif khas Kalsel.

Mereka juga mensketsa atau menggambar apa yang mereka lihat saat berada di Pasar Terapung. Tak hanya itu, kesenian khas Banjar yakni madihin juga ditampilkan diatas klotok yang mereka tumpangi.

Usai kegiatan susur sungai, penyelenggara melanjutkan dengan kegiatan pengumuman lomba desain motif khas Kalsel di Siring Menara Pandang.

Dari ratusan peserta hanya ada sepuluh peserta yang lolos lomba desain tersebut.

Peserta juga menjelaskan terkait dengan desain yang sudah mereka buat untuk lomba tersebut.

Menurut pelopor sadar budaya, Gusti Anisa Wulandari kegiatan ini untuk mengajak dan mengenalkan budaya Kalsel, terutama untuk anak muda seperti, mahasiswa dan pelajar.

“Mengadakan lomba motif-motif khas Kalsel, salah satu awal kita pemuda sadar budaya. Adanya lomba ini mengajak pemuda berkreatifitas sesuai kemapuan mencintai budayanya, diikuti pelajar dan mahasiswa Kalsel. Hasil karya mereka jadi produk dan disebarluaskan ke masyarakat. Budaya kalsel terutama di anak mudah semakin terkikis karena ada budaya luar dan asing, jadi kita mengajak mengenal dan mencitai dan mempromosikan budayanya. Pada saat susur sungai proses memperkenalkan budaya Kalsel, ada beberapa yang belum tahu rumah lanting, budaya Kalsel, sungai dan lain sebagainya, jadi tadi ada edukasi ke pemuda dan saat itu juga mensketsa. Kreatifitas juga untuk para pemuda,” kata Gt Anisa Wulandari, Pelopor Sadar Budaya.

“Temanya lahan rawa terinspirasi dari daerah ulun Amuntai, kaya eceng gondok, padi, tangguk ikan, Alhamdulillah gak tau belum ada rencana, tiga hari ke motif kerudung,” ucap M. Suandi, Peserta Lomba.

“Desain didominasi elemen air sungai Barito, ada air motif Banjar, sampan pasar terapung. Dua hari memang sebelumnya maunya dari air inspirasinya, iya kerudung” ujar Helda Marcelina, Peserta Lomba.

Di menara pandang, penyelenggara juga memperlihatkan sejumlah karya atau motif yang sudah dibuat oleh peserta, ke baju dan juga kerudung. Di tempat itu juga menampilkan kembali kesenian madihin.

Reporter : Zein Pahlevi

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *