Sulistyo Kreasi Limbah Kayu Jadi Karya Seni

Palangka Raya, DUTA TV — Berbagai kerajinan mulai bingkai foto hiasan dinding, kap lampu meja, plakat, piala hingga pernak-pernik khas dayak seperti miniatur kecapi, telawang, Mandau tersaji di sebuah galeri.
Sekilas mungkin tidak ada yang menyangka jika benda-benda bercita rasa seni tersebut terbuat dari limbah kayu.
Semua hasil kreasi dari Sulistiyo, warga kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang sejak tahun 2014 berinisatif mengumpulkan limbah kayu pembuatan mebel yang terbuang begitu saja. Sehingga ratusan suvenir telah dihasilkannya dari limbah kayu tersebut membuat dia mampu meraup keuntungan antara lima hingga Rp 30 juta per bulan.
Bersama dua karyawannya di galeri Tio Art, Sulistiyo bukan hanya mengkreasikan berbagai karya seni, tapi juga ingin mengedukasi masyarakat tentang lingkungan. Bahwa limbah kayu masih bisa dimanfaatkan sebagai olahan tangan kreatif yang dihargai mulai 150 ribu hingga jutaan rupiah. Keunikan, detail, dan kehalusan hasil kerjanya me mang menjadi keistimewaan tersendiri bagi pelanggannya.
Pandemi Covid-19 memang sempat membuat Sulistyo kehilangan pendapatan. Walaupun sejak pemerintah kota Palangka Raya memperbolehkan kembali berkegiatan usaha dengan pola adaptasi kebiasaan baru dan penerapan protokol kesehatan, Sulistyo kembali dapat berproduksi dan mendapatkan keuntungan, termasuk mendapat pemesanan dari luar kota hingga luar daerah.(ant)





