Banjarmasin Menuju Kota Ramah Difable

DUTA TV BANJARMASIN – Kota Banjarmasin kembali dipilih sebagai tuan rumah pertemuan tingkat tinggi wali kota untuk kota inklusi ke-8 asosiasi pemerintah kota seluruh indonesia apeksi inklusif.

Kegiatan akan dirangkai dengan lokakarya perencanaan dan pembangunan kota inklusif disabilitas berbasis data.

Wali kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan konsep kota ramah difabel sendiri terus direncanakan dengan implementasi beragam proyek dan pembangunan segala lini,  tiga aspek pendukung pun menjadi perhatian serius mulai  dari aspek regulasi, layanan publik, serta kepedulian dan penrimaan masyarakat terhadap warga berkebutuhan khusus.

“Insyaallah Banjarmasin sedang menuju kota inklusi, kita sharing dan berbagi, ada tambahan peserta dari 13 jadi 23 yang tergabung dalam apeksi, ada 3 aspek yang kita perhatikan yaitu, regulasi, fasilitas, dan layanan publik”, ujar Ibnu Sina.

Wali kota Banjarmasin, Ibnu Sina (kiri)

“Tugas memberitahukan banyak kebijakan, banyak rangkaian menuju kota inklusi, untuk menuju jalan yang benar, kelemahannya memang tak ada regulasi yang mengawal, tetapi kebijakan pemerintah sudah ada, cuma ini yang harus didorong”, ungkap Heroe Purwadi wakil wali kota Jogjakarta.

Heroe Purwadi wakil wali kota Jogjakarta

Salah satu bentuk komitmen pemerintah kota Banjarmasin menuju program kota inklusi adalah dengan hadirnya perda No. 08 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Selain itu  juga telah dibentuk forum SKPD peduli disabilitas dengan SK No. 352 tahun 2016 dan melakukan pendataan khusus disabilitas serta membangun fasilitas trotoar ramah disabilitas, perkantoran, angkutan umum, hingga tersedianya lembaga pendidikan inklusi.

 

Reporter : Fadli Rizki

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *