Usai Karhutla, PDIP Kalsel Siagakan BagunaHadapi Ancaman Banjir

Banjarmasin, Duta TV — Peralihan musim kemarau ke musim hujan menjadi perhatian PDI Perjuangan Kalimantan Selatan. Setelah terlibat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan, kini seluruh kader diminta tetap siaga menghadapi potensi bencana banjir dan tanah longsor memasuki musim hujan.

Kesiapsiagaan ini diperkuat melalui konsolidasi internal yang melibatkan seluruh tingkatan struktur partai, sekaligus mengoptimalkan peran Baguna sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel, H. M. Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin, mengatakan konsolidasi ini tidak hanya bertujuan mempersiapkan struktur menghadapi Pemilu 2029, tetapi juga memastikan seluruh kader hadir membantu masyarakat saat terjadi bencana.

Apalagi, selama karhutla, Baguna telah diterjunkan untuk menyalurkan air bersih, obat-obatan dan masker, hingga ikut membantu pemadaman api.

“Tentu kami ingin memperkuat struktur tingkatan dari DPD, DPC, PAC, ranting, termasuk badan sayap partai. Ada Satgas Cakrabuwana, Baguna, ada TMP juga hadir, terus BMI. Nah, inilah yang kami konsolidasikan, ya tentu untuk mempersiapkan menghadapi Pemilu tahun 2029 nanti. Karhutla, Baguna sudah turun ke lapangan melakukan pembagian air bersih, pembagian obat-obatan, masker, dan lain sebagainya, ikut memadamkan api. Jadi, semua struktur partai, khususnya Baguna, itu ikut bergotong royong untuk mengatasi karhutla di Kalimantan Selatan,” ucap Syaripuddin.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, mengingatkan hujan yang mulai turun harus menjadi momentum meningkatkan kewaspadaan, bukan justru membuat masyarakat lengah.

Djarot turut menyoroti besarnya dampak karhutla tahun ini, yang tidak hanya merusak kawasan hutan dan habitat satwa, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat hingga menimbulkan korban jiwa.

“Secara pribadi sangat miris dengan kebakaran hutan dan lahan kemarin yang terkena dampak itu ratusan ribu hektare, bahkan yang menyapu 1,3 juta hektare mulai dari Kalimantan sampai dengan Papua. Bayangkan kalau hutan-hutan itu terbakar, itu memusnahkan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Ya, ada hewan di situ, ada tumbuhan mati, kemudian mengasapi itu rakyatnya, ada anak-anak kecil, ada ibu hamil, orang tua yang dipaksa untuk menghirup ya asap dari kebakaran itu. Ini peringatan pada kita semua, sehingga pemerintah ke depan itu harus lebih dini untuk mengantisipasi supaya kebakaran hutan dan lahan itu tidak meluas seperti pada tahun ini. Ini yang paling parah. Inilah PDI Perjuangan, eh, Kalimantan Selatan hadir untuk bisa mengatasi ini, untuk bisa mencegah ini dan kemudian menanam kembali, ya karena dampak dari kebakaran hutan itu membutuhkan waktu yang lama ya untuk bisa kembali ke semula. Jadi, saya atas nama DPP Partai mengapresiasi, eh, DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan yang melakukan konsolidasi internal pada hari ini dan kepengurusan di tingkat PAC sudah tuntas, di sekarang ini di tingkat kelurahan ya, ranting ya, eh, desa ya, untuk sudah terbentuk dan mereka siap untuk terjunkan di dalam rangka untuk melestarikan lingkungan kita,” jelasnya.

Dalam konsolidasi ini, DPD PDI Perjuangan Kalsel juga membagikan bibit pohon kepada seluruh DPC untuk ditanam sebagai bagian dari gerakan penghijauan. Konsolidasi juga diisi penyerahan penghargaan kepada DPC dan PAC.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *