Hipgabi Perkuat Kompetensi Perawat Gawat Darurat dan Bencana

Banjarmasin, Duta TV — Kegiatan Asmen ke-13 ini menjadi wadah peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat gawat darurat, baik dalam penanganan prahospital atau di lapangan, maupun intrahospital atau di rumah sakit.
Ketua Pengurus Pusat Hipgabi, Welas Riyanto, menekankan pentingnya kompetensi perawat yang disesuaikan dengan potensi bencana di masing-masing daerah.
Di Kalimantan Selatan, perawat perlu memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, serta bencana di wilayah perairan.
Penanganan gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran juga menjadi salah satu perhatian, termasuk edukasi kesehatan kepada masyarakat dan kesiapan sarana prasarana penanganan.
“Harapan kami, Hipgabi sebagai badan kelengkapan PPNI terus mengawal kompetensi keperawatan gawat darurat dan bencana. Tugas utamanya mempersiapkan perawat agar memiliki skill yang mumpuni di tatanan pelayanan gawat darurat,” kata Ketua Pengurus Pusat Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia, Ns. Welas Riyanto.
Sementara itu, Ketua DPW PPNI Kalimantan Selatan, Tantawi Yauhari, menyebut peningkatan kompetensi tenaga keperawatan berperan penting dalam menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Melalui forum ini, Hipgabi mendorong penguatan sistem pelayanan kegawatdaruratan, mulai dari penanganan di lingkungan masyarakat, proses evakuasi dan mobilisasi pasien, hingga penanganan di instalasi gawat darurat rumah sakit.
Tantawi menambahkan, perawat Hipgabi Kalimantan Selatan juga aktif dalam penanganan situasi krisis, termasuk bencana banjir dan pelayanan kesehatan pada kegiatan keagamaan berskala besar, seperti Haul Guru Sekumpul.
“Tujuan akhir pelayanan kita adalah peningkatan mutu dan keselamatan. Mutu dianggap meningkat jika dilakukan oleh tenaga yang kompeten dan diselenggarakan sesuai SOP serta pedoman yang ada,” kata Ketua DPW PPNI Provinsi Kalsel, Tantawi Yauhari.
Dukungan terhadap peningkatan kompetensi perawat juga disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ruzma Khazarin, berharap kegiatan Asmen dapat meningkatkan keterampilan perawat dalam menangani bencana maupun kondisi kegawatdaruratan sehari-hari.
“Harapannya para perawat kegawatdaruratan ini memiliki kompetensi yang semakin baik dan lengkap, sehingga dalam melaksanakan penanganan bencana maupun kedaruratan harian, mereka lebih terampil dan menguasai bidangnya,” kata Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ruzma Khazarin.
Melalui Asmen ke-13 ini, Hipgabi berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan langsung dalam pelayanan, guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, sekaligus menjamin keselamatan masyarakat di Kalimantan Selatan.
Reporter: Nina Megasari





