Nasdem Batola Dorong Kader Jadi Penggerak Demokrasi hingga Tingkat Desa

Banjarmasin, Duta TV — Pendidikan politik menjadi bekal penting bagi kader partai untuk tidak hanya memahami demokrasi, tetapi juga hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Pesan ini mengemuka dalam seminar DPD Partai Nasdem Kabupaten Barito Kuala, bertajuk “Dari Kader Menjadi Penggerak Demokrasi, Memperkuat Pendidikan Politik di Tingkat Desa”.
Ketua DPD Nasdem Batola, H. Jahrian, menegaskan politik harus dijalankan melalui kerja nyata, kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Kader diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
“Saya Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Barito Kuala, hari ini kami melaksanakan seminar dari kader menjadi penggerak demokrasi untuk memperkuat pendidikan politik tingkat desa. Alhamdulillah hari ini berjalan baik dan lancar. Para kader semuanya diberikan penjelasan oleh narasumber kami, Ibu, kemudian juga Bapak dari Kesbangpol. Kami sangat berterima kasih dan menerima semua apa yang diceritakan, disampaikan oleh beliau, wabil khususnya mengenai Kesbangpol. Dana Kesbangpol tersebut harus memang digunakan untuk pendidikan politik, sisanya hanya untuk digunakan keperluan kantor dan keperluan lain yang sifatnya terarah sesuai apa yang disampaikan dalam amanat peraturan dan perundang-undangan. Kami sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Barito Kuala juga hari ini menyampaikan sedikit kepada para kader kami bahwa berpolitik itu adalah dengan posisi bertujuan baik, bekerja sama, berkolaborasi dengan pemerintah serta stakeholder lainnya. Kami sebagai partai hanya menjembatani fasilitas tersebut. Jadi itulah yang kami sampaikan pada hari ini. Politik yang dikehendaki oleh Partai Nasdem tadi sudah saya sampaikan yaitu politik yang membina masyarakat Republik Indonesia menuju suatu perubahan yang lebih baik yang berkelanjutan dengan tindakan dan perbuatan nyata bukan hanya seremonial biasa. Nasdem menghendaki adanya suatu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, baik yang di luar Partai Nasdem maupun yang sudah menjadi anggota Partai Nasdem. Kami berharap juga politik Nasdem adalah merupakan contoh bagi para masyarakat yang lain, warga masyarakat lain, wabil khusus Kalimantan Selatan yaitu Kabupaten Barito Kuala karena kami Ketua DPD di Kabupaten Barito Kuala membimbing dan mengarahkan mereka sesuai hati nurani kami yang baik dan juga integritas kami yang kami sampaikan yang baik kepada mereka. Ya memang demikian, jadi dari kader menjadi penggerak demokrasi dan juga dari suara menjadi kuasa, kuasa adalah menjadi suatu kebaikan. Kekuasaan merupakan suatu perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencapai suatu kebaikan dengan tujuan yang mulia,” ucap H. Jahrian.
“Saya selaku panitia pelaksana pertama-tama mengucapkan apresiasi kepada narasumber dan dari pejabat non-ASN dari Kesbangpol. Alhamdulillah acara hari ini berjalan lancar sebagaimana yang diamalkan dalam undang-undang bahwa bantuan dana Kesbangpol itu dipergunakan 60% untuk pendidikan politik. Yang pertama, kemarin kita sudah agendakan untuk lokasi di SKB kemarin. Yang kedua, hari ini berupa seminar, dari anggaran 60% itu alhamdulillah sekitar 100 keduanya. Yang hadirnya kebanyakan dari unsur pimpinan kecamatan, karena dari kecamatan itu nanti akan memandu yang desa-desa lagi,” ujar H. Marli, Sekretaris DPD Nasdem Batola.
Sementara itu, akademisi FISIP Universitas Lambung Mangkurat, Siti Hamidah, menekankan kader harus berani memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga ke tingkat pengambil kebijakan. Sementara, Kesbangpol Kabupaten Barito Kuala juga memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan bantuan keuangan partai politik sesuai ketentuan, termasuk untuk pelaksanaan pendidikan politik dan kebutuhan sekretariat.
“Bahwa pencapaian tema kita hari ini dengan temanya itu dari kader menjadi penggerak demokrasi, memperkuat pendidikan politik di desa-desa, maka pesan besar bahwa pendidikan politik hari ini adalah kader-kader yang menjadi pemenang, pusat penampung suara, menang-menang suara, penampung aspirasi, kader-kader sebagai harus berani memperjuangkan, menjadi jembatan bagi masyarakat ke tingkat atas. Kader-kader kita bukan sekretaris, tapi menyampaikannya aspirasi-aspirasi dari masyarakat ke tingkat atas,” tutur Dr. Siti Hamidah, S.Sos., M.Si.
“Terima kasih, sesuai amanat dari Permendagri Nomor 78 Tahun 2020 bahwa bantuan keuangan yang difasilitasi oleh pemda itu dipergunakan untuk pendidikan politik dengan biaya pelaksanaan pada hari ini dan juga untuk keperluan sekretariat dari Partai Nasdem. Alhamdulillah sudah dilaksanakan dengan baik dan mohon nanti Ketua untuk diperhatikan pada saat SPJ-nya dilaporkan pada bulan Januari,” pungkas Muhammad Maman Taufiqurrahman, S.AP., Kabid Polidagri Haneksosbud dan Ormas Kesbangpol Kab Barito Kuala.
Dari seminar ini, Nasdem Batola berharap lahir kader yang tidak hanya aktif dalam politik elektoral, tetapi juga mampu mengawal aspirasi masyarakat. Nasdem Batola ingin menjadikan kekuasaan sebagai sarana menghadirkan kebaikan bagi publik.
Tim Liputan





