Progres Capai 1.000 Meter, Jembatan Pulau Laut Ditarget Beroperasi 2029 untuk Perkuat Transportasi dan Ekonomi Kalsel

Kotabaru-dutatv.com, Pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru terus menunjukkan progres. Hingga saat ini, pengerjaan pada salah satu titik di sisi Batulicin telah mencapai sekitar 1.000 meter, dengan jarak antar tiang sekitar 50 meter.
Jembatan yang ditargetkan rampung pada 2028 dan mulai beroperasi pada 2029 ini diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang memperkuat konektivitas sekaligus menggerakkan perekonomian Kalimantan Selatan.
Terhubungnya Tanah Bumbu dan Kotabaru melalui jalur darat akan membuka akses mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat. Selama ini, konektivitas kedua wilayah masih sangat bergantung pada jalur penyeberangan.
Dengan hadirnya jembatan, perjalanan masyarakat antarkedua kabupaten diharapkan menjadi lebih efisien. Tidak hanya untuk mobilitas orang, akses tersebut juga akan memperlancar distribusi barang, hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga berbagai komoditas unggulan daerah.
Konektivitas yang semakin baik juga membuka peluang berkembangnya pusat-pusat ekonomi baru. Pelaku usaha dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas, sementara biaya dan waktu distribusi diharapkan semakin efisien.

Dampak lainnya diharapkan dirasakan sektor perdagangan, logistik, pariwisata dan investasi. Kotabaru dan Tanah Bumbu memiliki posisi strategis dalam aktivitas ekonomi kawasan selatan dan tenggara Kalimantan Selatan, sehingga keberadaan jembatan ini dapat memperkuat hubungan ekonomi antardaerah.
Secara keseluruhan, Jembatan Pulau Laut memiliki panjang sekitar 3,75 kilometer dengan lebar 24 meter.
Jembatan utama menggunakan struktur cable-stayed yang dilengkapi dua pylon setinggi sekitar 100 meter. Kedua pylon tersebut berjarak sekitar 270 meter dan menggunakan beton mutu tinggi untuk mendukung kekuatan serta ketahanan struktur.
Selain bentang utama, proyek ini mencakup struktur box girder sepanjang sekitar 950 meter di sisi Batulicin dan sekitar 1.950 meter di sisi Kotabaru. Konstruksi juga dilengkapi pile slab sepanjang 75 meter pada masing-masing sisi.
Untuk mendukung konektivitas menuju jembatan, pembangunan jalan pendekat mencakup sekitar 1.500 meter di sisi Batulicin dan 1.250 meter di sisi Kotabaru.
Pembangunan proyek terbagi dalam sejumlah paket pekerjaan. Pada sisi Batulicin, pekerjaan sepanjang sekitar satu kilometer dilaksanakan oleh konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya, dan PT Borneo Berkah Abadi (BBA).
Sementara itu, pekerjaan di sisi Kotabaru sepanjang sekitar 1,5 kilometer dikerjakan oleh PT Nindya Karya bersama PT Brantas Abipraya.
Untuk bentang utama, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan menangani pekerjaan cable-stayed sepanjang 505,5 meter serta sebagian jembatan pendekat menuju Kotabaru sepanjang 547,25 meter.
Sementara sisa pekerjaan bentang pendekat dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan.
Proyek tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp5,5 triliun. Pembiayaannya berasal dari sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dengan dukungan APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, serta anggaran multiyears Kementerian PUPR.

Perkembangan pembangunan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Gubernur Kalsel H. Muhidin melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan di sisi Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (6/10/2026) sore.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung progres pembangunan sekaligus memperoleh informasi dari pengawas, kontraktor dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek.
“Hari ini kami berada di Batulicin dan akan menuju Kotabaru. Saat ini kami melihat pekerjaan yang berada di jalur dari Batulicin menuju arah tengah. Di sini terdapat PT Waskita,” ujar Gubernur H. Muhidin seusai meninjau proyek Jembatan Pulau Laut.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur mendapat penjelasan dari pengawas bahwa pekerjaan di lokasi telah mencapai sekitar 1.000 meter dengan jarak antar tiang sekitar 50 meter.
“Menurut keterangan dari pengawas, pekerjaan di lokasi ini sudah mencapai sekitar 1.000 meter. Untuk jarak antar tiang, masing-masing berjarak sekitar 50 meter,” katanya.
H. Muhidin mengatakan, pemantauan juga dilakukan terhadap sejumlah pekerjaan yang dilaksanakan badan usaha dan kontraktor yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Pulau Laut.
“Hari ini kami melihat pekerjaan yang dilaksanakan oleh BIPI, BasKita, dan BBA. Kami akan melihat secara langsung bagaimana perkembangan pekerjaan BIP di lokasi ini,” ungkapnya.
Dengan target rampung pada 2028 dan beroperasi pada 2029, Jembatan Pulau Laut diharapkan tidak hanya menjadi penghubung fisik antara Tanah Bumbu dan Kotabaru. Infrastruktur ini juga diharapkan menjadi jalur strategis yang memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang, membuka akses pasar, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi dan investasi di Kalimantan Selatan. (KiA/mr/Adpim)





