Dari Banjarmasin ke Asian Games, Kisah Fisioterapis Muhammad Nanda

Banjarmasin, Duta TV — Bagi Muhammad Nanda Risydianto, berada di tengah ajang sebesar Asian Games bukan sekadar menjalankan tugas profesional. Setiap hari, ia berada di sisi para atlet, memastikan kondisi fisik mereka tetap terjaga, serta membantu proses pemulihan setelah menjalani pertandingan.

Nanda menjalankan tugas sebagai fisioterapis timnas basket Indonesia putra dan putri di Aichi Nagoya 2026. Baginya, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga, karena merupakan kali kedua dirinya terlibat dalam ajang Asian Games. Sebelumnya, Nanda juga menjadi bagian dari kontingen Indonesia pada Asian Games Hangzhou 2022, yang digelar pada 2023.

“Di Asian Games Aichi Nagoya ini saya bertugas sebagai fisioterapis di timnas basket putra dan putri. Ini kali kedua saya bertugas di Asian Games. Sebelumnya di Hangzhou China tahun 2022-2023. Saya bangga bisa mengikuti multievent terbesar di Asia sebagai fisioterapis,” kata Muhammad Nanda Risydianto, fisioterapis timnas basket Indonesia.

Menjadi bagian dari tim nasional, membuat Nanda harus siap dengan ritme kerja yang padat. Namun, secara umum, ia menyebut tidak menemui kendala berarti dalam menjalankan tugas. Salah satu tantangan yang dirasakannya, justru berkaitan dengan komunikasi dan koordinasi dengan panitia setempat, terutama terkait informasi dan peraturan pelaksanaan.

Meski demikian, hal tersebut tak mengurangi kebanggaannya mendampingi para pemain Indonesia yang berjuang di lapangan.

“Secara umum kendala tidak ada. Hanya memang komunikasi dengan panitia setempat sering missed terkait peraturan. Tapi tim kita luar biasa berjuang. Saya bangga bisa mendampingi mereka,” ujar Muhammad Nanda Risydianto.

Keberadaan Nanda di Asian Games Aichi-Nagoya, sekaligus menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan profesionalnya. Jika sebelumnya ia lebih banyak terlibat dalam SEA Games dan berbagai event nasional, kini ia kembali dipercaya mendampingi atlet Indonesia di panggung Asia. Bagi Nanda, kesempatan ini bahkan tak pernah terbayang sebelumnya.

Di balik perjuangan para pemain basket Indonesia, terdapat pula peran para tenaga pendukung, yang bekerja dalam senyap. Nanda menjadi salah satunya.

Menariknya, ia tidak sendirian membawa nama Kalimantan Selatan di lingkungan timnas basket. Seorang pelatih fisik timnas basket putri juga berasal dari Kalimantan Selatan. Dua tenaga profesional dari banua ini pun turut mengambil bagian dalam perjalanan timnas Indonesia di panggung Asia.

Hasilnya, timnas basket putri Indonesia berhasil menembus babak delapan besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sementara timnas basket putra harus mengakhiri perjuangan setelah mengalami tiga kekalahan di fase grup A.

Bagi Nanda, hasil pertandingan tetap menjadi bagian dari proses panjang. Sebab, bagi seorang fisioterapis, berada di sisi atlet, menjaga kondisi mereka, dan memastikan mereka dapat memberikan performa terbaik, adalah bagian dari pengabdian profesional.

Dari Banjarmasin, langkah Muhammad Nanda Risydianto kini sampai ke panggung Asia. Pengalaman di Aichi-Nagoya 2026 menjadi modal berharga, untuk terus mengembangkan karier, dan membuka peluang mendampingi lebih banyak tim besar Indonesia di berbagai ajang internasional. Bagi Nanda, perjalanan ini bukan hanya tentang sebuah event, melainkan tentang pengalaman, kepercayaan, dan langkah kecil dari banua untuk panggung olahraga dunia.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *