UNISM Fasilitasi Calon Pekerja Migran melalui Unit PRIMA, Bekali Kompetensi Menuju Taiwan

Banjarmasin, Duta TV — Komitmen Universitas Sari Mulia dalam mendukung penyiapan calon pekerja migran Indonesia diwujudkan melalui Unit PRIMA, yakni Pusat Pengembangan Karir dan Migran yang baru diresmikan Jumat pagi.
Unit PRIMA menjadi wadah untuk memberikan pembekalan sekaligus pendampingan bagi peserta yang ingin bekerja secara legal di luar negeri.
Sedikitnya 20 peserta mengikuti pelatihan caregiver dan bahasa Mandarin. Selama tiga bulan, mereka tidak hanya mendapatkan kemampuan bahasa, tetapi juga dibekali keterampilan sesuai bidang pekerjaan, termasuk pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai pekerja migran.
Untuk mendukung kenyamanan peserta selama mengikuti pelatihan, UNI-S-M juga menyediakan fasilitas asrama dan makanan. Sementara tenaga pengajar berasal dari Universitas Sari Mulia.
Setelah menyelesaikan pembekalan, peserta akan mengikuti proses sertifikasi. Sehingga, belum seluruh peserta dipastikan langsung berangkat bekerja ke Taiwan.
“Alhamdulillah Universitas Sari Mulia mendapat hibah untuk pelatihan pekerja migran ke Taiwan. Jadi, mudah-mudahan dengan mendapatkan pelatihan ini, semakin sukses pesertanya dan bisa membawa tahun-tahun berikutnya. Jadi ini sepertinya memang rutin. Sepuluh kali, sepuluh kali. Banjarmasin, Disung.
Menyediakan tempat asrama, makanan, dan ya supaya anak-anak kami nyaman untuk belajar, memberikan yang terbaik. Pelatihnya dari Sari Mulia,” ujar Assoc. Prof. Dr. Hj. RR Dwi Sogi Sri Redjeki, SKG, M.Pd., Rektor Universitas Sari Mulia.
“Insyaallah mereka akan langsung ditempatkan untuk bekerja di Taiwan. Pelatih… selain bahasa, mereka juga akan diberikan keterampilan dan pengetahuan tentang pekerjaan mereka, serta juga akan diberitahukan hak-hak mereka dan kewajiban-kewajiban mereka untuk bekerja di luar negeri. Harapannya semoga dengan adanya program SMK Go Global ini, kita akan menjadikan pekerja legal migran luar negeri sehingga kita akan menekan pekerja yang ilegal,” ujar Diah Nurmala, S.Pd.AUD., Tenaga Ahli Menteri P2MI.
Salah satu peserta mengaku mengikuti program ini untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menambah keterampilan baru. Dengan bekal yang diperoleh, peserta berharap dapat memberikan kontribusi terbaik ketika nantinya bekerja di luar negeri.
“Karena ingin mengembangkan potensi diri, belajar hal baru, mencoba mengikuti pelatihan ini juga. Latar belakangnya ini… pelatihan Mandarin sama perawat. Oh, saya lulusan Administrasi Publik Universitas Lambung Mangkurat. Siap.
Yang mau saya berikan setelah saya mendapatkan pelatihan ini, saya memberikan yang terbaik untuk mengabdi di sana,” ujar Nur Aulia, peserta pelatihan.
Penguatan program juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Universitas Sari Mulia dan Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau B-P-3-M-I Kalimantan Selatan. Kerja sama ini menjadi bagian dari sinergi dalam pengembangan kompetensi dan kesiapan sumber daya manusia calon pekerja migran.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada dosen Universitas Sari Mulia yang berhasil meraih paten sederhana.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dosen dalam menghasilkan inovasi, sekaligus melengkapi komitmen UNI-S-M dalam mengembangkan sumber daya manusia dan inovasi.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





