Diseminasi Laporan Perekonomian 2026, BI Kalsel Dorong Penguatan Ekonomi Banua

Banjarmasin, Duta TV — Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalsel Tahun 2026 pada Kamis (24/9/2026).
Agenda ini bertujuan memetakan tantangan sekaligus strategi penguatan ekonomi di tengah dinamika global dan nasional.
Dalam paparannya mengenai perkembangan makroekonomi dan prospek terkini, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel, Aloysius Donanto H.W., memaparkan bahwa perekonomian domestik tahun 2026 diprakirakan tetap tumbuh kuat.
Hal tersebut ditopang oleh terjaganya stabilitas harga serta meningkatnya permintaan domestik. Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan akomodatif dan pro-growth, termasuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen pada September 2026.
Meski prospek investasi terbuka, tantangan inflasi pangan dan penurunan net ekspor komoditas utama seperti besi baja ke Tiongkok serta CPO ke India tetap harus diwaspadai.
Sementara itu, Ekonom CORE Indonesia, Mohamad Faisal, Ph.D., menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi. PDRB Kalsel semester I 2026 tumbuh 5,3 persen, namun masih didominasi sektor pertambangan sebesar 27,5 persen dan pertanian 12,0 persen.
Melalui diseminasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam merumuskan strategi penguatan ekonomi.
Hilirisasi sumber daya alam dan optimalisasi potensi ekonomi non-tambang menjadi kunci utama agar pertumbuhan ekonomi Kalsel kian inklusif dan berkelanjutan.
Tim Liputan





